HETANEWS.COM

Mengaku Polisi, 5 Pria Bermobil Pepet Pemotor, Sebut STNK Palsu Kemudian Bawa Kabur Motor

Korban pencurian sepeda motor Faresoli Laia (kanan) melaporkan aksi pencurian yang dialaminya ke Polsekta Berastagi, Jalan Perwira, Berastagi, Kamis (12/12/2019)

Kabanjahe, hetanews.com - Dua orang pria, Faresoli Laia dan rekannya Luso Laia, menjadi korban pencurian kendaraan bermotor. Menurut informasi, sebelum menjadi korban pencurian kedua warga Desa Merdeka, Kecamatan Merdeka itu, hendak berangkat ke lokasi kerjanya di kawasan Kecamatan Simpangempat.

Namun, saat di perjalanan tepatnya di Jalan Udara, Kecamatan Berastagi, sepeda motor Honda Supra X 125 BK 5978 Mau yang dikendarainya dipepet sebuah mobil.

Ternyata, di dalam mobil kijang bernopol BB 4814 warna putih itu, berisikan lima orang pria.Kanit Reskrim Polsekta Berastagi Iptu Julianto, mengungkapkan kelima Orang Tak Dikenal (OTK) itu mengaku sebagai anggota kepolisian.Kemudian, mereka memberhentikan kendaraan Faresoli, dengan alasan ingin memeriksa keabsahan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) milik korban.

"Aksi ini terjadi Kamis (12/12/2019) kemarin, sekira pukul 08.00 WIB, lokasinya tidak jauh dari Kantor Camat Gundaling II. Jadi mereka (OTK) mengaku sebagai anggota polisi, kemudian meminta agar korban menunjukkan STNK, dan ingin dicek keabsahannya," ujar Julianto, Jumat (13/12/2019).

Julianto menjelaskan, pelapor bersedia menunjukkan STNK-nya karena orang tersebut mengaku sebagai anggota polisi. Pelaku kemudian menyebutkan STNK itu palsu.Pelaku pun mengarahkan korban mendatangi lokasi pembelian sepeda motor itu, untuk mempertanyakan keaslian STNK.

"Setelah itu, korban berangkat ke showroom untuk menanyakan STNK-nya. Pengakuan korban, dia berangkat ke sana sendirian dan menggunakan angkutan kota. Sedangkan sepeda motor dan temannya ditinggal bersama pelaku," ucapnya.

Menurut keterangan dari Luso Laia yang ditinggal bersama dengan pelaku, tak lama Faresoli berangkat ke showroom kemudian kelima pria tersebut membawa sepeda motor jenis bebek itu.Luso diminta agar menunggu rekannya dengan dalih akan bertemu nanti di Kantor Unit Lantas Polsekta Berastagi.

Kanit Lantas Polsekta Berastagi Ipda P Hutahaean mengaku tidak ada kendaraan milik warga yang diantar ke kantornya."Enggak ada sepeda motor yang diantar anggota kita ke kantor," katanya.

Saat dinyata mengenai wewenang mengenai pengecekan keabsahan STNK, ia menyebutkan itu menjadi wewenang instansi yang sebelumnya menerbitkan STNK tersebut.

"Sah atau tidaknya STNK itu, ahli yang menyatakannya itu bukan polisi, tapi Samsat. Kalau Satlantas hanya memeriksa kelengkapan saja, kalau memang tidak asli akan kita arahkan ke instansi yang bersangkutan," pungkasnya.

Sumber: tribunnews.com

Editor: tom.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan