HETANEWS.COM

Anggota DPRD 'Komplain' Reses, Plt Sekwan: Urgensi-nya Apa?

Wanden Siboro

Siantar, hetanews.com - Beredar isu beberapa anggota DPRD Pematangsiantar komplain dengan aturan Reses yang difasilitasi Sekretariat DPRD. Sehingga membuat rekomendasi untuk pergantian Plt Sekwan, Wanden Siboro. 

Reses III DPRD masa sidang I tahun 2019 dilaksanakan pada Senin 9-14 Desember. Dari 30 anggota DPRD Pematangsiantar, ada ada yang belum melaksanakan Reses.

Sementara Plt Sekwan, Wanden Siboro, dan 2 Kabag tengah mengikuti pertemuan Sekwan se Indonesia di luar kota. Meski begitu, Wanden memastikan Reses para anggota DPRD sudah difasilitasi sesuai dengan aturan yang ada. 

Wanden Siboro, dihubungi Jumat (13/12/2019) menanggapi santai upaya penggulingan dirinya dari jabatan Sekwan. Selain mempertanyakan urgensi-nya, ia memastikan pelaksanaan Reses sudah dilakukan sesuai PP 18 Tahun 2017.

"Kalau itu iya sudah terserah mereka lah itu. Nanti kan bagaimana tanggapan pimpinan. Iya kalau diikuti permintaan masing-masing, kan itu [Reses] ada aturannya," ujar Wanden. 

"Pokoknya kita tengok saja lah, ditanggapi pimpinan DPRD atau tidak. Ini urgensi-nya apa? Itunya. Jadi kita tengok ajalah nanti, itu mosi perorangan [DPRD] nya itu," katanya menambahkan.

Baca juga: Persoalan Pertanian Jadi Topik Pembicaraan Dalam Reses Netty Sianturi

Ia menegaskan, pelaksanaan reses itu seluruhnya difasilitasi oleh Sekretariat DPRD. Diantaranya penyediaan makanan, meja-kursi, spanduk, soundsystem dan taratak serta staff DPRD sebagai pendamping dan notulen Reses.

Penyediaan fasilitas tersebut sesuai dengan keadaan di lapangan. Misalnya, jelas Wanden, jumlah peserta reses [Konstituen] yang hadir sebanyak 300 orang, maka jumlah segitu yang difasilitasi.

"Misalnya yang ikut reses 150 orang, jadi segitu lah yang difasilitasi. Jadi, harus sesuai itu. Contohnya nasi kotak harganya 35 ribu termasuk pajak, sound 1,5 Juta. Jadi sesuai dengan di lapangan lah," ungkapnya.

Wanden memastikan pihaknya tidak menerima jumlah konstituen yang hadir saat Reses tidak sesuai dengan jumlah yanga ada di lapangan. 

"Kalau misalnya 200 orang yang datang, dibuat 300 orang, itu gak boleh. Makanya kita yang handle. Kalau 200 orang yang hadir, 200 yang kita bayar," jelasnya.

Sayangnya, Wanden tak ingat berapa satuan anggaran yang disediakan untuk Reses per satu orang anggota DPRD. Ia memperkirakan anggaran yang diperuntukan untuk reses 30 Anggota DPRD hampir Rp 500 Juta.

"Hampir Rp.500 Juta untuk 30 anggota Dewan. Dengan catatan, jumlah konstituen- nya maksimal 300 orang," imbuhnya.

Amatan di perkantoran DPRD, Jumat siang, sekira pukul 12.00 WIB, beberapa anggota DPRD terlihat bergantian keluar masuk dari dalam ruangan Pimpinan DPRD Pematangsiantar. 

Di lokasi yang sama, ada 2 orang anggota DPRD yang ditemui terpisah usai keluar ruangan. Keduanya seoalah-olah kompak menolak diwawancarai oleh para awak media mengenai rekomendasi pergantian Sekwan dan penggalangan tanda tangan.

Wakil Ketua DPRD, Ronal Tampubolon, yang dimintai pendapatnya mengenai hal itu, meminta waktu untuk mencari informasi. "Nanti saya cari informasinya dulu," ucapnya.

Baca juga: Pimpinan DPRD Minta Mobil Dinas Baru, Sementara Jalan di Kelurahan Kupak kapik

Penulis: gee. Editor: edo.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!