HETANEWS.COM

Ini Kata Dirut PD-PHJ Terkait Persoalan di Perusahaan yang Dipimpinnya

Dirut PDPHJ Bambang Kencono Wahono.

Siantar, hetanews.com - Saat ini Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD-PHJ) mengalami defisit dalam kas perusahaan. Hal ini berdampak pada gaji pegawai yang belum terbayar selama dua bulan, dan ternyata berdasarkan informasi yang diterima direksi pun belum menerima gaji.

Hal itu diakui oleh Dirut PDPHJ, Bambang Kencono Wahono, pada Kamis (12/12/2019). Ia menyebutkan perusahaan yang dipimpinya saat ini masih berupaya untuk memperbaiki kondisi keuangan.

"Kita akui saat ini masih defisit, meski kondisi tersebut memang warisan dari direksi sebelumnya. Namun kita tidak tinggal diam dan berpangku tangan. Bulan ini sebulan gaji akan kita bayar," terangnya.

Dalam menekan angka pengeluaran yang terlalu besar, yang dimana PDPHJ lebih banyak habis untuk menggaji para pegawai, Bambang mengungkapkan kini sudah ada 27 dari 340 pegawai yang mengundurkan diri. 

"Memang pembengkakan gaji pegawai. Sudah over. Saya masuk 340 pegawai. Ada 27 keluar dengan baik-baik. Untuk menekan angka pengeluaran juga saya tidak mengambil mobil dinas untuk memangkas pengeluaran operasional,"katanya 

Upaya dalam meningkatkan pendapatan perusahaan pun sudah mereka lakukan baik dari sektor perparkiran dan tagihan lainnya. Sementara itu, jajaran direksi yang sebelumnya menggunakan anggaran fasilitas mobil dinas dan bahan bakar minyak (BBM) operasional direksi tidak mereka ambil sejak setahun terakhir.

"Setahun sudah kita tidak pakai fasilitas mobil dan minyak operasional untuk direksi," katanya.

Adanya pegawai yang tidak menyetorkan tagihan yang angkanya mencapai Rp.400 juta, Bambang menyampaikan pihaknya juga sudah melapor ke Polisi.

"Kami sudah melaporkan beberapa penagih belum menyetor uang PD Pasar. Kalau seandainya itu dikembalikan bisa nambah. Angkanya capai Rp 400 juta,"katanya.

Selain itu, penyebab defisitnya keuangan PDPHJ dikarenakan tidak adanya penyertaan modal yang diberikan oleh Pemko Siantar. Padahal menurut Bambang, jika adanya penyertaan modal diberikan maka direksi berencana utuk melakukan pengembangan usaha.

"Pegawai kita kan sudah over juga. Jika ada penyertaan modal kita bisa lakukan pengembangan usaha dan kita bisa ambil keuntungan dari sektor lain. Tapi inikan cukup sulit, karena tidak diberikannya penyertaan modal kepada kita. Tapi begitu pun kita akan tetap berusaha mengatasi persoalan ini,"paparnya.

Terkait ada kabar Pungli di PDPHJ, Bambang menegaskan jika hal tersebut tidak pernah terjadi di masa kepimpinannya. Sebab menurutnya PDPHJ tidak lagi melakukan perekrutan pegawai.

"Itu kan isu-isu soal perekrutan pegawai. Bagimana kita mau merekrut pegawai sedangkan yang ini saja sudah over, kan enggak mungkin kita melakukan perekrutan. Makanya saya jamin tidak ada itu pungli-pungli,"sebutnya.

Sebenarnya keadaan PDPHJ tersebut harus segera disikapi oleh pemilik perusahaan yakni Walikota Siantar Hefriansyah. Sebab Walikota Siantar sebagai pemilik usaha harus segera menyelesaikan persoalan yang ada ditubuh Perusahaannya tersebut.

Supaya tidak menimbulkan konflik yang berkepanjangan dan menganggu kinerja dari perusahaannya tersebut. Namun yang menjadi pertanyaan, Walikota hingga sampai saat ini belum ada angkat suara terkait hal tersebut.

Baca juga: Hak Sewa 53 Kios Pasar Horas Dicabut Karena Menunggak

Penulis: tom. Editor: tom.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!