HETANEWS

Pekan depan, Bus di Inti Kota Menurunkan Penumpang di Tanjung Pinggir

Bus AKDP di Jalan Merdeka Pematangsiantar.

Siantar, hetanews.com – Kordinator satuan pelayanan [Korsatpel] terminal Tanjung pinggir memastikan seluruh bus angkutan kota dalam provinsi [AKDP] maupun bus angkutan pedesaan [Angdes] akan beroperasi terminal Tanjung Pinggir.

"Kita rencanakan tanggal 19 Desember 2019  pekan depan seluruh bus akan menurunkan penumpang di terminal Tanjung Pinggir,” ujar Humas Korsatpel, Jhon Liben Saragih, Kamis (12/12/2019).

Korsatpel Terminal Tipe A, Tanjung pinggir telah melakukan sosialisasi mengenai hal itu kepada pengusaha jasa angkutan.

"Tanggal 10 Desember lalu sudah kita lakukan sosialisasi kepada Pengusaha jasa angkutan. Jadi kita sampaikan tanggal 19 Desember menurunkan penumpang disini [Terminal],” imbuhnya.

Jhon menambahkan, pihaknya juga memberikan toleransi kepada pengusaha jasa angkutan di Pematangsiantar hingga akhir Januari 2020.

"Untuk menaikkan penumpang masih kita berikan toleransi hingga Januari 2020, kita masih memberikan kesempatan kepada mereka untuk menjual tiket ke penumpang di loket,” katanya.

Namun, kata dia, untuk mengantar penumpang pengusaha angkutan harus menggunakan service care ke terminal. Karena pemberangkatannya penumpang sudah ditetapkan harus dari terminal.

“Untuk rute sementara, khusus untuk jurusan Tanah Jawa dan Asahan tetap menggunakan Jalan Medan tembus nanti ke Sambu,” ucapnya.

Selain AKDP, Korsatpel juga memastikan seluruh Angdes yang berloket di inti kota seperti di kawasan Pasar Horas dan Pasar Dwikora akan diarahkan seluruhnya ke terminal.

“Besok kita akan sampaikan laporan ini ke Dinas Perhubungan Pematangsiantar, di dalam pertemuan forum lalu lintas. Karena Angdes masih kewenagan Dinas Perhubungan Pematangsiantar,” paparnya.

Dijelaskannya, untuk kesiapan Terminal tanjung pinggir, saat ini Korsatpel menyediakan fasilitas minimum sepeti kamar mandi dan penerangan. Selain itu, pihaknya juga menyediakan tempat untuk loket-loket bus di terminal.

Direncanakan 2021 akan dilakukan rehap total dengan bantuan dana senilai 30 Miliar dari Kementerian Perhubungan.

"Untuk saat ini sudah ada beberapa pihak pengusaha yang sudah membangun loket-loket nya di terminal dan kita sudah siapkan tempatnya. Kita sudah bagi-bagi, siapa yang datang kita kasih tempatnya,” jelasnya.

Untuk kenyamanan penumpang yang turun di terminal Tanjung pinggir, pihaknya juga sudah berkordinasi dengan PT Gojek maupun Grab.

”Bahkan untuk mengantar penumpang dari terminal ke lokasi tujuan, kita juga sudah siapkan transportasi online [Ojol],” katanya.

Pihaknya menargetkan realisasi ini berlangsung Februari 2020. Jika masih ada yang belum mematuhi aturan, pada tahun 2020 pihaknya tinggal melakukan penindakan.

Baca juga: Dalam Waktu Dekat, Loket Bus di Inti Kota Akan Ditertibkan

Penulis: gee. Editor: edo.