HETANEWS

Benarkah Miom Sebabkan Wanita Sulit Hamil?

Ilustrasi wanita yang mengidap miom.

Jakarta, hetanews.com - Ada beberapa kondisi tertentu yang dapat menyebabkan seorang wanita sulit hamil. Bisa jadi, salah satu kondisi yang paling dikhawatirkan banyak wanita adalah dengan adanya miom atau tumor jinak yang ada di bagian rahim.

Gejalanya antara lain menstruasi yang tak kunjung berhenti atau lebih dari seminggu, sakit perut, nyeri di panggul, sembelit, nyeri saat berhubungan seks hingga sering buang air kecil. Benarkah miom bisa menjadi penyebab seorang wanita sulit untuk hamil?

Tes pack atau tes kehamilan negatif.
Tes pack atau tes kehamilan negatif. Foto: Shutterstcok

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dr. Ulul Albab, SpOG mengatakan, tergantung posisi dan seberapa besar miom itu berada di rahim wanita. Miom bisa menempel pada otot rahim, dinding tengah rahim, dan juga di bagian luar rahim.

"Semua itu tergantung keluhan yang dirasakan dan seberapa besar bentuk miom tersebut. Namun sebenarnya miom tidak menyebabkan wanita sulit hamil, tapi hanya mengganggu proses kehamilan saja. Bila ukurannya terlalu besar mungkin bisa mengganggu pertumbuhan dan posisi janin. Kalau kecil tidak terlalu mengganggu," kata dr. Ulul kepada kumparanMOM beberapa waktu lalu.

Penyebab miom sebenarnya tak diketahui secara jelas, adapun beberapa faktor-faktor yang bisa mempengaruhi pembentukan miom yang dilansir dari Healthline, antara lain:

1. Hormon

Estrogen dan progesteron adalah hormon yang biasa diproduksi oleh ovarium. Kedua hormon inilah yang menyebabkan lapisan rahim beregenerasi dalam setiap siklus menstruasi dan bisa merangsang pertumbuhan miom.

2. Gen keluarga

Miom bisa juga disebabkan oleh gen keluarga. Jika ibu, saudara perempuan, atau nenek Anda memiliki riwayat kondisi ini, kemungkinan besar Anda juga akan mengalaminya.

3. Kehamilan

Kehamilan juga bisa meningkatkan produksi estrogen dan progesteron dalam tubuh Anda, Moms. Miom bisa berkembang dan tumbuh dengan cepat saat Anda sedang hamil.

Lalu haruskah melakukan operasi untuk menghilangkannya?

Ilustrasi rahim.
Ilustrasi miom di rahim. Foto: Thinkstock

dr. Ulul mengungkap, lagi-lagi itu semua itu tergantung ukuran miom yang diderita. Jika ukurannya sudah lebih dari 5 cm, berarti harus segera melakukan tindakan operasi.

"Kalau besarnya (miom) di atas 5 cm, itu sudah tidak kooperatif. Lalu jika ada keluhan, seperti darah haid lebih banyak dan mengalami sakit, disarankan untuk operasi. Tapi kalau ukurannya masih sekitar 3 cm, dibiarkan saja. Calon ibu tetap bisa hamil," tutupnya.

Sumber: kumparan.com 

Editor: suci.

Gunakan tombol di bawah untuk membagikan artikel ini!