HETANEWS.COM

Masalah Plastik Perlu Diselesaikan Secara Massal, Bukan Individual

com-Ilustrasi Sampah Plastik

Jakarta, hetanews.com - “Bisakah manusia hidup tanpa plastik?” — Pertanyaan sederhana yang sulit ditemukan jawabannya.

Plastik, material serbaguna yang telah mengubah peradaban manusia modern, bersifat yang kuat, ringan, dan mudah dimodifikasi sesuai kebutuhan. Semua itu mentransformasi plastik menjadi barang-barang yang dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Belum lagi harganya yang cenderung lebih murah, serta kemudahan akses mendapatkannya, membuat plastik semakin sulit dilepaskan dari berbagai kegiatan manusia.

Ketergantungan manusia terhadap plastik akhirnya memicu masalah baru yang lebih kompleks: sampah yang merusak lingkungan. Plastik merupakan salah satu jenis sampah yang butuh waktu lama untuk terurai — sampah plastik membutuhkan waktu kurang lebih 50 hingga 100 tahun untuk terurai.

com-Ilustrasi Sampah Plastik
com-Ilustrasi Sampah Plastik Foto: Shutterstock

Penggunaan plastik yang berlebihan dan tidak bertanggung jawab akhirnya membuat sampah jenis ini bertebaran di tempat yang tidak semestinya dan mengganggu ekosistem. Tidak jarang kamu akan menemukan banyak sampah plastik tergeletak di pinggir jalan, di alam terbuka, hingga di lautan lepas.

Mirisnya, beberapa waktu lalu publik pun dikejutkan dengan kematian hewan laut dengan puluhan kilogram sampah plastik di perutnya. Berita itu tentu sangat menyedihkan dan menjadi ‘sentilan’ bagi kita semua yang sehari-hari belum bijak dalam menggunakan plastik.

Sampah plastik merupakan masalah bersama yang harus segera dicari jalan keluarnya. Jika tidak, bukan hal yang aneh kalau di kemudian hari sampah plastik menjadi masalah yang semakin kompleks, bahkan sama sekali tidak ada solusinya.

com-Ilustrasi Sampah Plastik
com-Ilustrasi Sampah Plastik Foto: Shutterstock

Diperlukan adanya kontribusi dan sinergi dari berbagai pihak untuk mengatasi masalah plastik. Sebab, jika hanya segelintir orang yang melakukannya dan sebagian lagi tidak, masalah ini tetap sulit diselesaikan.

Langkah awal tentunya harus dimulai dari diri sendiri. Mulailah disiplin untuk memilih sampah. Dengan memilahnya, Anda sudah membantu tahap awal dalam mendaur ulang sampah plastik. Lebih lanjut lagi, Anda bisa mulai dengan mendayagunakan kantong kresek sekali pakai untuk digunakan pada belanja berikutnya. Selain itu, plastik botol bekas juga bisa kamu manfaatkan untuk membuat pot-pot kecil yang nantinya akan bermanfaat untuk penghijauan area rumah.

Ketika sudah berkomitmen dan menerapkan pengelolaan sampah plastik secara berlanjut, barulah Anda bisa mengajak sekitar untuk melakukan hal yang sama. Tentunya, diperlukan waktu dan pendekatan yang tepat sebelum akhirnya orang-orang mau beradaptasi dan sadar akan ancaman sampah plastik di kemudian hari.

Ada beragam problematika yang mungkin ditimbulkan oleh plastik. Namun, plastik juga tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Maka dari itu, manusianya sendirilah yang harus sama-sama berkontribusi agar masalah sampah plastik bisa teratasi oleh aksi kolektif yang nyata.

Sumber: kumparan.com 

Editor: suci.