HETANEWS.COM

Anak Pembakar Rumah Ibu Kandung di Medan Petisah, Mario Gulo Divonis Penjara 2 Tahun

Anak yang membakar rumah ibu kandungnya, Mario Wikano Gulo, dihukum penjara dua tahun oleh Pengadilan Negeri Medan, Rabu (11/12/2019). Tribun Medan/Victory Arrival Hutauruk

Medan, hetanews.com - Anak yang membakar rumah ibu kandungnya, Mario Wikano Gulo, dihukum penjara dua tahun oleh Pengadilan Negeri Medan, Rabu (11/12/2019).

Pemuda berusia 25 tahun itu, terbukti bersalah karena nekat mencoba membakar rumah ibu kandungnya sendiri yang berada di Jalan Surau Ujung No. 46-B Kel. Sei Putih Timur I Kec. Medan Petisah.

Terdakwa dijerat dengan pasal Pasal 187 ayat 2 Jo 53 KUHPidana.Dimana bunyi pasal tersebut barang siapa dengan sengaja menimbulkan ledakan, kebakaran atau banjir dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

"Menjatuhkan terdakwa dengan pidana 2 tahun penjara dan dipotong selama masa tahanan," tutur Majelis Hakim yang diketuai Somadi, dalam sidang di Ruang Cakra 4.

Majelis hakim dalam amar putusannya menyatakan, perbuatan terdakwa melakukan percobaan dengan sengaja menimbulkan kebakaran yang bisa menyebabkan bahaya bagi nyawa orang lain.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Aristomy Siahaan menuntut terdakwa dengan pidana 3 tahun penjara. Atas putusan itu, terdakwa diberi kesempatan untuk menerima putusan atau banding.

"Bagaimana? Apakah kamu terima atau pikir-pikir?" tanya hakim Somadi kepada terdakwa yang nampak kebingungan mendengar vonis yang diterimanya."Hukuman kamu sudah diturunkan satu tahun. Ditambah lagi nanti dipotong masa tahanan. Gimana?," tanya hakim Somadi.

Namun, terdakwa tetap masih bingung dan tak merespon pertanyaan majelis hakim."Ya, sudah kalau begitu. Kamu diberi waktu seminggu untuk menanggapi putusan," kata Hakim Somadi sembari mengetuk palu sidang.

Dalam dakwaan disebutkan bahwa awal mula kasus bermula pada 19 Juni 2019. Terdakwa yang merupakan anak kandung korban Norlinda Simamora mencoba membakar rumah ibunya tersebut di Jalan Surau Ujung No. 46-B Kelurahan Sei Putih Timur I Kecamatan Medan Petisah.

"Terdakwa sebelum mencoba membakar rumah, sudah terlibat cekcok terlebih dahulu dengan sang istri yang tidak tahan terus dipukuli terdakwa. Istri terdakwa berniat ingin meninggalkan rumah itu. Selain itu, terdakwa juga melakukan pengancaman terhadap ibunya. Karena terus diancam, ibu korban lantas mengadukannya ke polisi," ungkap Jaksa.

Percobaan pembakaran itu dilakukan terdakwa dengan mengambil sebuah koper dari dalam rumah itu dan meletakkan di kursi kayu. Kemudian terdakwa mengambil pecahan ember plastik dan membawanya ke dapur kemudian membakar pecahan ember plastik tersebut menggunakan kompor gas.

Lantas, pecahan ember plastik yang sudah terbakar tersebut terdakwa bawa ke ruang tamu rumah dan meneteskan api dari pecahan ember ke tumpukan kertas yang sebelumnya terdakwa sudah letakkan di atas bangku sehingga mengakibatan kobaran api.

Sumber: tribunnews.com

Editor: tom.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!