HETANEWS.COM

Persoalan Pertanian Jadi Topik Pembicaraan Dalam Reses Netty Sianturi

Netty Sianturi (Baju Hijau) saat reses pertamanya.

Siantar,  hetanews.com - Netty Sianturi salah seorang anggota DPRD dari Komisi II melakukan reses,  Rabu (11/12/2019)  di daerah mekar Nauli,  kecamatan Siantar Marihat,  dalam reses tersebut yang menjadi topik pembicaraan adalah persoalan pertanian. 

Kegiatan reses ini yang dihadiri oleh Lurah Mekar Nauli Heri Ginting,  Camat Siantar Marihat Hendra Simamora dan Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Ali Akbar Simamora,  diikuti oleh hampir seluruh masyarakat yang ada di daerah Pintu Bosi. 

Dalam reses tersebut Camat Siantar Marihat mengutarakan jika mayoritas penduduk Pintu Bosi berpenghasilan sebagai Petani. 

"permasalahan yang krusial adalah persoalan pertanian,  karena penduduk disini mayoritas bekerja sebagai Petani, " Katanya. 

Dan benar saja beberapa masyarakat menanyakan persoalan pertanian mulai dari persoalan pupuk,  Irigasi bahkan sampai persoalan Kelompok tani (Poktan). 

Awalnya Netty Sianturi menyebutkan jika dirinya mengadakan reses pertama sekali di daerah Pintu Bosi tersebut karena dia merasa adalah bagian dari Keluarga di Pintu Bosi tersebut.

"Saya bilang kemarin sama pemerintah tempat saya pertama reses itu harus pintu bosi, karena saya merasa adalah bagian keluarga dari Pintu Bosi ini, dan saya menjadi anggota DPRD karena kerinduan saya untuk mambangun daerah ini, mudah-mudahan dalam reses ini menjadi jalan saya untuk membangun pintu bosi ini,"katanya.

Salah seorang masyarakat G Sirait menanyakan persoalan kelangkaan pupuk dan jebolnya saluran irigasi,  pertanyaan ini langsung dijawab oleh Lurah Heri Ginting, bahwa nantinya irigasi tersebut akan segera diperbaiki. 

"Kebetulan di Tahun 2020 nanti ada anggaran Kelurahan,  yang nantinya akan kita prioritaskan untuk memperbaiki saluran irigasi tersebut, " Debutnya. 

Terkait kelangkaan pupuk diakui Kadis Pertanian Ali Akbar Simamora bahwa untuk tahun ini Kota Siantar memang kekurangan subsidi pupuk,  namun untuk pupuk urea kata Ali sudah teratasi. 

"Memang untuk Pupuk urea kita sempat mengalami kekurangan namun sudah kita minta ke Provinsi dan sudah ada penambahan,  tetap untuk pupuk lainnya kita memang kekurangan, " Katanya. 

Soal pembuatan pupuk urea kata Ali,  mereka akan memberikan bantuan alat untuk membuat pupuk urea dari jerami kepada masyarakat. 

"Kita akan berikan bantuan alat namanya Coper alatnya itu nanti yang akan mencacah jerami sehingga bisa cepat busuk, " Paparnya.

Persoalan poktanpun jadi perbincangan,  dimana berdasarkan keterangan dari warga S Simanjuntak jika pemerintah menyalurkan bantuan kepada Poktan yang dinaunginya yakni hand traktor,  namun pemakaian hand traktor itu didominasi oleh Ketua Poktannya. 

Terkait hal tersebut Kadis ketahanan pangan dan pertanian berjanji akan mengawasi pemakaian bantuan yang sudah disalurkan pemerintah. 

Selain persoalan pertanian,  masyarakat juga menanyakan persoalan bantuan program keluarga sejahtra (PKH)  dan persoalan gaji tenaga kebersihan di Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PDPHJ). 

Di akhir Netty meminta kepada Pemko terkhusus Dinas Pertanian agar memperhatikan aspirasi dari masyarakat Pintu Bosi tersebut, dan diapun berjanji akan membawa aspirasi masyarakat tersebut dalam pembahasan di DPRD nantinya.

"Saya meminta agar permasalahan yang telah dibahas tadi agar menjadi perhatian dari pemerintah, dan nantinya aspirasi dari teman-teman sekalian akan saya bahwa dalam rapat DPRD Siantar bersama pemerintah kota,"katnaya

Penulis: tom. Editor: tom.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!