HETANEWS

Ilmuwan Temukan Kawah Dasar Laut Bekas Uji Coba Bom Atom

Ilustrasi bom atom.

Jakarta, hetanews.com - Atol Bikini merupakan sebuah wilayah terpencil di Samudra Pasifik yang kembali menjadi sorotan dalam pertemuan musim gugur American Geophysical Union di San Fransisco belum lama ini. Para ilmuwan untuk pertama kalinya melakukan pemetaan dasar laut yang lebih luas di kawasan yang pernah menjadi tempat uji coba bom atom antara tahun 1946 dan 1954 tersebut.

Mereka yang melakukan riset adalah sekelompok ilmuwan dari University of Delaware, Amerika Serikat. Dalam laporannya, ilmuwan mengungkapkan uji coba bom dilakukan pada belasan kapal karam sehingga menciptakan kawah besar di dasar laut.

“Penemuan baru termasuk bedform halus yang terlihat di dasar laut dari uji coba ledakan Baker berkekuatan 21 kiloton, memberikan wawasan baru tentang kekuatan yang membentuk dasar laut akibat ledakan,” begitu tulis ilmuwan dalam laporan mereka, dilansir Fox News.

Arthur Trembanis, salah satu ilmuwan yang terlibat dalam penelitian ini pun menggambarkan Atol Bikini sebagai medan simulasi perang nuklir pertama di dunia.

Petawa  Kawah Bom Atom
Peta kawah yang tercipta dari bom atom di Atol Bikini. Foto: Arthur C. Trembanis/Carter DuVal/University of Delaware

Tepatnya pada tahun 1946 silam, ledakan bom atom Baker menjadi bagian dari Operations Crossroads yang menghasilkan awan jamur raksasa seperti yang terlihat pada foto-foto ikonik yang selama ini beredar.

Operasi Crossroads merupakan serangkaian uji coba nuklir yang dilakukan oleh Amerika Serikat di Atol Bikini pada musim panas 1946. Tujuannya untuk menguji pengaruh senjata nuklir terhadap kapal angkatan laut. Bom yang digunakan dalam operasi ini adalah Baker, senjata 21 kiloton nuklir yang diledakkan di dasar laut Atol Bikini.

Dampak buruk dari operasi tersebut kini tampak jelas setelah dilakukan pemetaan dasar laut oleh para ilmuwan. Ledakan Baker telah menciptakan kawah berdiameter 700 meter di dasar laut yang memiliki kedalaman sekitar 8 meter. Menurut ilmuwan, dasar kawah tersebut relatif datar. Hal ini menjadi bukti bahwa partikel-partikel dari ledakan Baker mengendap di dasar kawah.

Namun, para ilmuwan tak berhasil menemukan bukti dasar laut dari tes uji coba Able berkekuatan 21 kiloton yang juga terjadi pada tahun 1946 sebagai bagian dari Operation Crossroads. Bukti dasar laut lain yang mereka temukan justru dari uji coba Castle Bravo, bom berkekuatan 15 megaton yang melenyapkan tiga pulau sekaligus. Kawah dari ledakan Bravo umumnya memiliki kedalaman 25 hingga 30 meter dengan diameter 1.400 meter.

Dalam penelitian terpisah, para ilmuwan telah mengungkapkan bahwa di beberapa bagian Kepulauan Marshalls, tempat pengujian bom atom dilakukan, memiliki tingkat radiasi yang lebih tinggi dibandingkan bencana Chernobyl akibat kecelakaan reaktor nuklir yang terjadi di Uni Soviet pada tahun 1986.

Sumber: kumparan.com 

Editor: suci.