HETANEWS

Driver Gojek Tuntut Kejelasan Pertemuan DPRD dengan Pihak Aplikator

Unjuk rasa Driver Gojek di kantor DPRD Pematangsiantar. Rabu (11/12/2019).

Siantar, hetanews.com -  Puluhan Driver Gojek Pematangsiantar menuntut  realisasi RDP Anggota DPRD Pematangsiantar terkait kebijakan tarif dan insentif oleh pihak aplikator. Anggota DPRD menepis tuduhan ada main dengan pihak aplikator. 

Hal itu disampaikan Anggota Komisi III, Daud Simanjuntak, saat menerima aksi unjuk rasa sejumlah Driver Gojek di halaman kantor DPRD, Rabu (11/12/2019) siang sekira pukul 11.30 WIB. Daud tak sendiri, ia ditemani 3 anggota DPRD lainnya.

"Saya klarifikasi, pertemuan kami dengan pihak Aplikator di Hotel Horison, hanya 15 menit. Kami juga kesal, kawan-kawan [Driver] tidak dihadirkan disana," ungkap Daud, menjawab pertanyaan juru bicara Driver, Okto Hutagalung.

Pada  pertemuan itu, kata Daud, dirinya juga tak sendiri. Ada beberapa anggota DPRD lainnya yang ikut pertemuan. Selain itu, mewakili Pemko Pematangsiantar, Dishub dan pihak Aplikator PT Gojek Pematangsiantar.

"Tolong dicatat, jangan sampai DPRD dipelesetkan ada main di pertemuan itu. Mereka berjanji akan memanggil kita, tapi sampai sekarang tidak ada. Kami DPRD sebagai fasilitator yang memediasi, bukan eksekutor," kata Daud menegaskan.

Saat menerima pengunjuk rasa itu, Anggota Komisi III dari Fraksi Golkar itu bersedia melayani pertanyaan dari pengunjuk rasa. Sementara 3 anggota lain hanya diam lalu mengamati alur dialog dua arah itu.

"Dengan adanya pernyataan sikap kalian ini, kami akan jadwalkan. Tidak bersifat menunggu lagi. Kami kan juga punya pimpinan. Jadi ini akan kami sampaikan ke pimpinan, baru dijadwalkan membawa ini kembali," katanya. 

Aksi pengunjuk rasa para Driver berhenti setelah penjelasan itu. Mereka akan menunggu dan berkordinasi untuk penjadwalan rapat selanjutnya dengan pihak Aplikator dan dinas terkait. 

Untuk diketahui, hasil RDP [Rapat Dengar Pendapat] DPRD antara Dishub, pihak Aplikator PT Gojek Pematangsiantar serta Mitra Driver disepakati bahwa PT Gojek harus mengembalikan kebijakan semula. 

Poin kesepakatan itu diantaranya, pihak aplikator memberlakukan dulu kebijakan tarif dan insentif awal, sebelum disusun kembali secara bersama tarif dan insentif yang baru sesuai dengan kebutuhan di Kota Pematangsiantar. 

Meski begitu, hasil kesepakatan itu tidak direalisasikan. Para mitra Gojek merasa dirugikan sehingga kemudian itu yang mendasari mereka melakukan aksi unjuk rasa.

"Ini sudah mau [perayaan] Natal dan Tahun Baru, tapi tetap saja biaya tarif mahal dan orderan sepi," keluh salah satu mitra Driver saat unjuk rasa itu.

Baca juga: Orderan Gojek Sepi, Anggota Dewan Siantar Mau Jadi Fasilitator

Penulis: gee. Editor: edo.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.