HETANEWS

Banjir dan Jerit Histeris Warnai Penggerebekan Gudang Sabu di Medan, Dipimpin Irjen Arman Depari

Irjen Arman Depari turun langsung menggerebek rumah pengedar narkoba di Kecamatan Tembung, Medan, Sumatera Utara, Selasa (10/12/2019). (TRIBUN MEDAN / M FADLI TARADIFA)

Medan, hetanews.com - Penyelidikan selama tiga yang dilakukan tim Badan Narkotika Nasional (BNN) RI di Kota Medan, akhirnya membuahkan hasil.

Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Arman Depari turun langsung memimpin penggerebekan gudang sabu di sebuah rumah semipermanen di kawasan di Jalan Pertiwi, Kecamatan Medan Tembung, Selasa (10/12/2019).

Penggerebekan dilakukan saat Kota Medan diguyur hujan lebat.Lokasi penggerebekan pun digenangi banjir.Kendati demikian, banjir tersebut tak menghalangi operasi penggerebekan.

Petugas gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI), BNNP Sumut dan Polsek Percutseituan berhasil mengamankan puluhan kilogram sabu dan meringkus seorang tersangka di lokasi penggerebekan.

Tersangka diketahui berinisial Zul yang diduga sebagai bandar sekaligus pengedar narkoba.Zul dikabarkan sehari-hari bekerja sebagai tukang becak motor (pabetor).Penangkapan Zul diwarnai jerit tangis seorang wanita tua yang diduga adalah ibu tersangka.Ibu tua itu tak menyangka anaknya terlibat dalam bisnis barang haram hingga puluhan kilogram.

“Zul, kenapal lah kau Zul,” jerit histeris wanita renta tersebut dari dalam rumah.Usai menangkap Zul bersama barang bukti sabu yang ditaksir seberat puluhan kilo itu, petugas membawa tersangka ke Kantor BNNP Sumut untuk menjalani pemeriksaan.Irjen Arman Depari mengatakan tersangka ditangkap setelah tiga hari melakukan penyelidikan di lapangan.

"Setelah menerima laporan itu, anggota langsung melakukan penggerebekan dan menemukan barang bukti puluhan kilo sabu yang disimpan dalam koper," katanya.Lanjut Irjen Arman Depari, puluhan kilogram sabu diamankan dari sejumlah tempat.Antara lain, dalam koper, tas, dan kardus yang disembunyikan dalam 3 unit lemari pakaian pada dua rumah di lokasi tersebut.

"Selain puluhan kilogram sabu, kita juga mengamankan sejumlah uang tunai pecahan kecil, hasil keuntungan dari penjualan narkoba," katanya.Menurut dia, rumah itu difungsikan sebagai tempat penyimpanan narkoba."Saat ini tersangka dan barang bukti sudah dibawa ke BNNP Sumut untuk pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut," ungkapnya.

"Sementara kita simpulkan, bahwa yang bersangkutan adalah gudang, bandar, sekaligus pengecer ke tengah-tengah masyarakat," ujarnya.Sebelumnya diberitakan, penggerebekan menyasar rumah yang dijadikan sebagai gudang penyimpanan narkoba, Selasa (10/12/2019) sekitar pukul 14.30 WIB.

Operasi penggerebekan dipimpin langsung Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI Irjen Aman Depari."Ini merupakan operasi kita beberapa hari ini," ujarnya saat berada di lokasi.di lokasi, terlihat rumah yang dilakukan penggerebekan menjadi perhatian warga setempat.Warga beramai-ramai memadati lokasi penggerebekan tersebut.Dalam penggerebekan, polisi juga menurunkan dua ekor anjing pelacak.

Upaya petugas membuahkan hasil.

Anjing pelacak tersebut berhasil mengendus narkoba yang disimpan di berbagai tempat dalam rumah yang berada di tepi pembatas Jalan Tol Belmera ini.Dalam keterangannya, Irjen Arman Depari mengatakan bahwa dari penggerebekan ini petugas mengamankan puluhan kilogram sabu.

Barang haram itu disimpan dalam koper, tas, dan kardus yang disembunyikan dalam 3 unit lemari pakaian pada dua rumah di lokasi tersebut."Selain puluhan kilogram sabu, kita juga mengamankan sejumlah uang tunai pecahan kecil, hasil keuntungan dari penjualan narkoba," ungkapnya kepada wartawan."Saat ini tersangka dan barang bukti sudah dibawa ke BNNP Sumut untuk pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut," ungkapnya.

Dalam hal ini, Arman menuturkan, pihaknya belum menghitung secara rinci berapa banyak narkoba dan uang tunai yang mereka sita dari lokasi penggerebekan.Penggerebekan rumah jaringan narkotika itu menyedot perhatian warga setempat.Warga pun berduyun-duyun memadati lokasi penggerebekan.

Terlihat petugas melakukan penggeledahan terhadap rumah pria yang diamankan.Seorang warga sekitar, Regar, mengatakan bahwa penggerebekan berlangsung sejak siang hari, Senin (10/12/2019)."Sejak siang sudah digerebek. Tapi karena hujan deras jadi agak lama. Ramainya lokasi ini saat sudah mau selesai. Kalau seharian Zul ini saya juga kurang tahu apa pekerjaannya," bebernya.

Sumber: tribunnews.com

Editor: tom.