HETANEWS

Fakta Baru Pria Pemenggal Kepala Bocah SD: Ternyata Korbannya Banyak

Pelaku saat dibawa ke Mapolda Kalteng, Selasa (10/12).

Palangka Raya, hetanews.com - Duka mendalam menimpa Agus dan Renot. Pasangan suami istri ini harus kehilangan pria kesayangan mereka yang berinisial H (12), tewas dipenggal kepalanya oleh Amat di desa Tumbang Mahup, Kecamatan Katingan Hulu, Kabupaten Katingan, Provinsi Kalteng, Selasa (03/12). Kini Amat sudah diringkus polisi setempat. Ancamannya minimal 12 tahun penjara dan maksimal seumur hidup.

Proses hukum masih terus berjalan hingga nantinya diputusi hakim.Pria yang memiliki 3 anak tersebut diketahui mengidap kelainan seksual. Kapolres Katingan, AKBP Andri Siswan Ansyah, menjelaskan pada Selasa (03/12), sekitar pukul 14.30 WIB, korban pamit pada ibunya untuk bermain bersama temannya dan mencari buah asam. Renot pun mengizinkan anaknya untuk bermain.

Sesampainya di tempat yang dituju, H tak sengaja bertemu pelaku yang berencana mencari buah pinang."Antara pelaku dan korban ini tidak sengaja ketemu di sekitar TKP. Korban meminta rokok pada pelaku dan akhirnya diberikan," ujar Kapolres Katingan, AKBP Andri Siswan Ansyah, dalam keterangan tertulis, Selasa (10/12).

Pelaku meminta korban untuk menunggu dirinya mencari buah pinang. Setelah itu keduanya bertemu kembali di bawah pohon asam."Saat sekitar pohon asam ada salah satu saksi yang melihat antara korban dan pelaku,"tambah Siswan. Pelaku dan korban akhirnya bergeser ke sekitar pohon jambu biji, tepatnya di pinggir lubang jenazah korban dibunuh dan dibuang.

"Di sekitar pohon jambu biji, korban meminta lagi rokok pada pelaku dan diberi. Saat itulah hasrat seksual pelaku untuk menyodomi korban. Dia mencekik leher korban dengan kedua tangan hingga terjatuh lalu memukul tengkuk korban sebanyak dua kali lalu menginjak ke sejumlah bagian tubuh sebanyak empat kali," kisahnya.

Cekikan di leher dan pukulan di tengkuk serta diinjak di sejumlah bagian tubuh membuat korban tidak berdaya, hinga napasnya terhenti.Melihat korban tidak bisa bernapas, pelaku pun melampiaskan hasrat seksualnya. Setelah itu pelaku akhirnya beranjak pergi ke rumahnya untuk mengambil parang dan memenggal kepala korban.

"Tubuh korban yang sudah terpisah dengan kepalanya dibuang ke sebuah lubang berair lalu ditutupi dengan rumput di tengah semak belukar. Sedangkan kepalanya dibawa kerumahnya dan dikuburkan di dekat sebuah bangunan sarang walet milik tetangganya,"ujarnya.Kala teman-teman korban mendatangi rumah korban untuk mengajak bermain, ibunda korbn pun terkejut saat mengetahui bahwa putranya tak bersama mereka.

Keluarga korban langsung melaporkan sejumlah pihak terkait untuk melakukan pencarian. Di hari ketiga mencari, tepatnya hari Jumat (06/12) korban akhirnya ditemukan di sebuah lubang berair yang ditutupi semak belukar.Pihak kepolisian Polsek Katingan Hulu yang mendapat laporan warga langsung menuju TKP untuk mengevakuasi korban lalu dibawah menuju RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya untuk dilakukan otopsi.

Dari hasil otopsi Sabtu (07/12) dan berdasarkan keterangan sejumlah saksi polisi mendapat petunjuk yang mengarah ke pelaku. Menempuh jarak kurang lebih delapan jam dengan menggunakan transportasi darat dan air, polisi mendatangi pondok pelaku untuk melakukan penangkapan, Minggu, (08/12).

Dari hasil pengembangan sementara, pelaku yang berprofesi pencari kayu di hutan ini mengaku melakukan pemenggalan kepala korban karena panik setelah disodomi.Menurut Kapolres Katingan, pelaku bukan baru sekali melakukan pecehanan seksual. Terdapat beberapa pengakuan dari warga setempat bahwa ada beberapa anak yang pernah menjadi korban pelampiasan napsunya.

"Dari pelaku katanya satu saja tetapi dari beberapa orang warga katanya ada beberapa yang jadi korban pelecehan seksual dari pelaku," ujarnya.

Sumber: kumparan.com

Editor: tom.