HETANEWS

Terbongkarnya Misteri Balita Tanpa Kepala di Samarinda

Foto: TKP penemuan mayat balita tanpa kepala di Samarinda (Suriyatman-detikcom)

Samarinda, hetanews.com - Penyebab kematian balita M Yusuf Ghazali (4) yang ditemukan tewas tanpa kepala akhirnya terkuak. Balita tanpa kepala yang ditemukan di parit Jl Antasari, Samarinda, Kaltim itu rupanya tercebur pada Jumat (22/11/2019).

"Dugaan sementara ya memang anak ini tercebur akibat kelalaian pengasuh di rumah penitipan anak itu. Karena pengasuh ini ke toilet 5 menit, anak ini menghilang, sudah diupayakan mencari saat itu juga tidak ketemu," ujar Kapolresta Samarinda Kombes Arif Budiman kepada wartawan, Selasa (10/12/2019).

 Balita Yusuf dilaporkan hilang dari PAUD sekitar pukul 15.00 Wita pada Jumat, 22 November. Diduga balita Yusuf terjerembap dalam parit yang jaraknya 20 meter dari PAUD.

Dua minggu menghilang, balita Yusuf ditemukan pada sekitar pukul 08.15 Wita, Minggu (8/12), di parit Jl Pangeran Antasari Gang 3. Lokasi penemuan balita tanpa kepala ini sekitar 4,5 km dari PAUD tempat penitipan balita.

Hasil pemeriksaan forensik sementara menunjukkan polisi menemukan kulit reptil di tubuh Yusuf sehingga tak menutup kemungkinan organ tubuh Yusuf tak utuh karena dimakan biawak, ular, atau sejenisnya.

"Kita tetap akan dalami apakah ada akibat dari motif lain, tapi kenyataannya memang badannya tidak utuh.

Kita sudah koordinasi dan panggil ahli forensik untuk menjelaskan bahwa sementara yang didapat adalah di dalam tubuh anak ini ada kulit reptil. Apakah itu ular, apakah itu biawak, nanti kita ungkap sehingga kemungkinan dalam hanyut yaitu dimakan biawakkah atau memang tertentu tembok-tembok dan batu-batu saja itu terjadi," papar Arif.

Foto: Yovanda-detikcom
Foto: Yovanda-detikcom

Selain dugaan dimakan binatang, Arif mengatakan, bisa saja jasad Arif terbentur tembok dan dinding parit. Di samping itu, jasad Arif diketahui sudah 16 hari berada di parit tersebut.

"Dalam perjalanannya 16 hari itu kan jasadnya lembek udah kena air, mungkin digigit binatang, tergerus batu, ranting-ranting sehingga saat ditemukan sudah tidak utuh lagi jasad Yusuf," papar Kombes Arif.

Atas kejadian ini Orang tua balita Yusuf tak terima pola pengawasan PAUD Jannatul Athfaal, Samarinda, Kaltim. Pasalnya, orang tua tidak percaya dengan pengakuan Paud yang mengatakan Yusuf hilang berselang 5 menit dari pengawasan.

"Saya bapaknya, saya berencana untuk menggugat PAUD tersebut ke ranah pidana karena lalai menjalankan tugasnya menjaga anak didiknya," kata ayah Yusuf, Bambang, saat diwawancara di kediamannya, Jl Gunung Lingai, Samarinda Utara, Kaltim, (9/12/2019).

Menurut Bambang, tujuan dia menitipkan Yusuf di PAUD tersebut untuk mendidik Yusuf. Selama ini, kata dia, Yusuf kesulitan berbicara. Dia berharap di PAUD tersebut Yusuf bisa cepat beradaptasi dan belajar berkomunikasi dengan teman-temannya.

"Dititipkan di sana bukan karena kami bekerja. Dia di sana karena untuk pendidikan. Dia kan memang kesulitan berbicara, jadi sekolah agar bisa berkomunikasi dengan teman-temannya" kata Bambang.

Baca juga: Ditemukan Tanpa Kepala, Balita Yusuf Hilang Usai Dititipkan di Day Care

Sumber: detik.com

Editor: tom.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.