HETANEWS.COM

Polisi Sebut Ada Saksi Tambahan untuk Ungkap Kematian Hakim Jamaluddin, Total Periksa 29 Orang

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja TRIBUN MEDAN/M ANDIMAZ KAHFI

Medan, hetanews.com - Jumlah saksi yang diperiksa polisi untuk mengungkap misteri pembunuhan hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin, terus bertambah.

Kabar terbaru, polisi memeriksa total 29 saksi dalam kasus tersebut.Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja, membenarkan adanya tambahan saksi yang diperiksa oleh penyidik.

"Kita melakukan penambahan saksi, yaitu (total) sebanyak 29 orang yang kita tanya terkait tewasnya Jamaluddin," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja, Selasa (10/12/2019).

Tatan Dirsan Atmaja juga membeberkan tentang mobil Toyota Land Cruiser jenis Prado BK 77 HD, di mana mayat hakim Jamaluddin ditemukan.

Menurut dia, berdasarkan keterangan sang istri yang diperiksa di Nagan Raya, Aceh, diketahui bahwa mobil tersebut dibeli secara kredit."Ada surat kuasa dari leasing untuk mobil itu. Jadi ke depan kita akan meminta keterangan kepada pihak leasing," katanya.

Ia mengaku saat pihaknya melakukan pemeriksaan kepada istrinya di Nagan Raya, cuma bertanya seputar kebiasaan korban dan kawan-kawan almarhum.

"Termasuk kepada siapa saja yang tidak senang dengan korban dan apakah ada istri lain, selain istrinya yang sekarang," ujarnya.Tatan Dirsan Atmaja mengaku sampai saat ini masih melakukan penyelidikan dan pihaknya belum bisa memastikan pelaku pembunuhan.

"Pelaku pembunuhan mengarah ke siapa, masih kita selidiki," katanya. Sehari sebelumnya, Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto mengatakan bahwa, pihaknya masih mendalami kasus ini untuk menentukan sosok tersangka.

"Kita masih mendalami info-info yang ada. Alibi yang diberikan saksi. Informasi yang kita dapat, analisa hasil labfor maupun forensik dan bukti-bukti lainnya. Dengan harapan kasus bisa segera selesai," katanya, Senin (9/12/2019).

Agus Andrianto mengakui petugas telah menggali keterangan para saksi kasus pembunuhan hakim Jamaluddin, namun pihaknya tidak ingin buru-buru menetapkan status tersangka pelaku.

"Saya sudah bisa menduga bahwa ini keterkaitan kasus pembunuhan dengan apa.

Tapi untuk menetapkan siapa tersangka kan saya gak boleh sembarang. Artinya saya mohon doa restu dari rekan-rekan media, mudah-mudahan bisa terungkap sebelum saya pindah," jelasnya.

Irjen Agus Andrianto juga mengatakan bahwa ada dua PR yang belum selesai, yang pertama jambret yang korbannya meninggal dunia dan kasus hakim Jamaluddin.

"Mohon doanya. Saya juga mohon maaf, masih banyak juga PR yang belum bisa saya kerjakan. Itu adalah kesalahan saya sebagai pimpinan. Tapi anggota saya sudah berusaha untuk mengungkapkan itu," jelasnya.

Terkait informasi yang diberikan istri hakim Jamaluddin, Irjen Agus Andrianto menyatakan akan dikroscek lagi.

Kapolda juga menjelaskan ihwal hasil autopsi yang menunjukkan waktu hakim kematian Jamaluddin sekitar 20 jam sebelum jasadnya ditemukan.

"Tapi tidak bisa kita pastikan 20 jam itu. Kita hasil labfor dan dokter forensik ini akan kita analisa kembali. Siapa (pelaku) kita juga jangan salah menduga orang, menempatkan tersangka.

 Tapi yang jelas kasus ini bukan karena korban menangani perkara. Untuk yang lainnya tanya penyidik ya," ujarnya.

Keluarga Mulai Curiga

Sementara itu, keluarga hakim Jamaluddin di Desa Nigan, Kecamatan Seunagan, Nagan Raya, mengaku terkejut dengan pemberitaan yang menyebutkan bahwa pelaku pembunuhan diduga merupakan keluarga dekatnya.

"Karena itu, kami meminta polisi mengusut tuntas kasus ini," pinta Mukharuddin, adik sepupu Jamaluddin kepada wartawan, Jumat (6/12/2019) sore.

Mukharuddin dan Fajri yang juga sepupu Jamaluddin meminta polisi segera mengungkap kasus tersebut secara terang benderang. "Siapa pun yang terlibat harus diproses sesuai hukum. Hukum mati pelakunya," tegas Mukhtaruddin.

Sejak ada pemberitaan bahwa kematian hakim Jamaluddin diduga melibatkan orang dekatnya, sambung Mukhtaruddin, anggota keluarga Jamaluddin di Nigan dan keluarga istri Jamaluddin di Suak Bilie menjadi kurang harmonis karena mulai saling curiga.

Karena itu, tambah Mukhtaruddin, polisi harus segera memastikan penyebab Jamaluddin meninggal dunia. Sehingga, semuanya menjadi jelas dan tidak sampai terjadi perselisihan antara kedua keluarga tersebut.

"Seperti hari ini (kemarin-red), ada kenduri seunudjoh, kami keluarga di Nigan memilih tidak pergi ke rumah di Suak Bilie. Kami khawatir nanti suasananya akan panas. Sebab, Jamaluddin itu sepupu kami," kata Mukharuddin.

Sebelumnya, Tim Polda Sumut dan Polrestabes Medan, sudah memeriksa Zuraida Hanum (42), istri Jamaluddin.

Penyidik juga sudah memeriksa tiga anak Jamaluddin dan adik perempuan Zuraida Hanum.

Zuraida Hanum saat mendampingi suaminya, Hakim Jamaluddin saat masih hidup (Istimewa/Facebook)
Zuraida Hanum saat mendampingi suaminya, Hakim Jamaluddin saat masih hidup (Istimewa/Facebook)

Sejumlah wartawan belum berhasil mendapat keterangan dari Zuraida Hanum atau pihak keluarganya terkait hasil pemeriksaan polisi terhadap mereka.

Sebab, istri Jamaluddin maupun adik dan ayahnya memilih diam (bungkam) dan belum bersedia memberi penjelasan.

Polisi memeriksa Zuraida Hanum di rumah orang tuanya Desa Suak Bilie, Kecamatan Suka Makmue, Nagan Raya, selama tiga hari yang berakhir pada Kamis (5/11/2019).

Sementara tiga anak Jamaluddin yang dimintai keterangan oleh polisi masing-masing Kenny Akbari Jamal (23), Rajid Fandi Jamal (18), dan Khanza Jauzahira Jamal (7). Sedangkan adik perempuan Zuraida yang diperiksa bernama Roli.

Sejumlah wartawan mendatangi rumah mertua Jamaluddin (ayah Zuraida) untuk menghadiri acara seunudjoh (kenduri tujuh hari) meninggalnya korban.

Zuraida Hanum, Roli (adik Zuraida), dan Bustami (ayah Zuraida) enggan mengungkapkan hasil pemeriksaan polisi.

Zuraida memilih diam (bungkam) dan terus menghindar dari wartawan, sementara adik dan ayahnya juga belum bersedia memberi penjelasan. Selain itu, Zuraida terlihat sibuk menerima pelayat yang datang ke rumahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jamaluddin, hakim PN Medan yang ditemukan meninggal dunia dalam mobil Toyota Land Cruiser (LC) Prado warna hitam BK 77 HD, Jumat (29/11/2019) sekitar pukul 13.00 WIB, diduga merupakan korban pembunuhan.

Korban ditemukan warga dalam jurang di areal kebun sawit Dusun II, Desa Namo Rambe, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

Saat ditemukan, tubuh korban terbujur kaku di kursi mobil bagian tengah. Setelah dilakukan serangkaian olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh polisi, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk diautopsi.

Setelah proses autopsi selesai, jenazah Jamaluddin dibawa pulang ke kampung istrinya di Desa Suak Bilie, Nagan Raya, dan kemudian dikebumikan di tanah kelahirannya Desa Nigan, Kecamatan Seunagan, Nagan Raya, Sabtu (30/11/2019) lalu.

Baca juga: 8 Fakta Terbaru Terkait Pembunuhan Hakim Jamaluddin (55), Sang Istri Diperiksa Polisi 3 Hari di Aceh

Sumber:tribunnews.com

Editor: tom.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!