HETANEWS.COM

8 Orang Komplotan Pencuri Septor Antar Provinsi Diringkus Timsus Gurita Polres Tanjungbalai

Kapolres Tanjungbalai saat melakukan  press release dengan menghadirkan sindikat spesialis curanmor dan barang bukti. (foto/ferry)

Tanjungbalai, hetanews.com – Sebanyak 8 orang komplotan pencurian sepeda motor (Septor) antar provinsi, berhasil diringkus Timsus Gurita Polres Tanjungbalai .

Komplotan ini, diketuai Fitra Andika Panjaitan alias Ompong (24), warga Kelurahan Sirantau, Kecamatan Datuk Bandar, Tanjungbalai.

Dan dari tangan sindikat ini, petugas menyita 6 unit sepeda motor, kunci Letter -L- dan uang tunai Rp 5 ,2 juta.

Hal itu disampaikan Kapolres Tanjungbalai, AKBP Putu Yudha Prawira saat menggelar press release, di depan Aula Pesat Gatra Polres setempat, Senin (9/12/2019), lalu.

Turut hadir, Wakapolres, Kompol Edi Bona Sinaga, Kasat Reskrim, AKP SK Harefa dan pejabat utama lainnya.

Terungkapnya kasus ini, kata AKBP Putu, berawal dari aksi pencurian sepeda motor, di salah satu kantor Pemko  Tanjungbalai. Namun aksi kedua pelaku ini, terekam kamera pengintai atau CCTV.

Timsus Gurita Polres Tanjungbalai yang dibentuk beberapa bulan lalu, diperintahkan oleh Kapolres untuk menuntaskan kasus - kasus 3 C (Curat, Curas dan Curanmor) dan sekaligus masuk dalam Ops Kancil 2019.

Dengan kejelian dan kepiawaian anggota Timsus Lidik, di lapangan, membuahkan informasi akurat dan berhasil meringkus para pelaku.

Satu persatu pelaku spesialis sepeda motor yang berjumlah 5 orang ini, berhasil dibekuk di lokasi berbeda, di Tanjungbalai, dan juga barang bukti sepeda motor.

Dari hasil penyidikan terhadap Ompong Cs, ternyata dalam 3 bulan terakhir, komplotan ini telah 10 kali melakukan aksinya, yakni 5 di Tanjungbalai dan selebihnya di Kabupaten Batubara dan Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Tidak berhenti sampai disini, Timsus Gurita pun bergerak ke wilayah Medan Binjai dan berhasil meringkus 3 orang pelaku yang merupakan penadah barang hasil curian yang terkordinir.

Dari pengakuan mereka, sepeda motor hasil curian ini, mereka beli dengan harga Rp 2 juta - Rp 2,5 juta.

Namun sang penadah ini akan menjualnya kembali kepada konsumen, dengan harga Rp 5 juta ke atas (sesuai dengan jenis dan merk sepeda motor curian tersebut).

"Harganya tinggi karena sindikat ini melampirkan surat kenderaan aspal (ali tapi palsu),"ungkap AKBP Putu.

Jadi sindikat ini, terkordinir dan profesional karena bisa membuat surat kenderaan ‘Aspal’ dan ini masih kita dalami, kata AKBP Putu dan pihaknya masih mengumpulkan data- datanya.

Penulis: ferry. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!