HETANEWS.COM

Satnarkoba Polres Tanah Karo Tembak Mati Bandar Narkoba Jaringan Internasional, Ini Penjelasan Kasat

Kondisi mobil yang dikendarai oleh terduga bandar sabu, yang berhasil dilumpuhkan oleh Satnarkoba Polres Tanah Karo, di Jalan Jamin Ginting, Doulu, Minggu (8/12/2019) kemarin.

Kabanjahe, hetanews.com - Seorang terduga bandar narkoba, tewas tertembus timah panas usai terlibat kejar-kejaran dengan personel Satresnarkoba Polres Tanah Karo, Minggu (8/12/2019) kemarin.

Pelaku berinisial BSP itu, ditangkap bersama dua temannya ASJ, dan RSB, di Jalan Jamin Ginting, tepatnya di kawasan Doulu.

Kasat Narkoba Polres Tanah Karo AKP Ras Maju Tarigan SH, mengungkapkan pelaku tersebut sudah masuk ke dalam Target Operasi (TO) mereka. Dirinya menyebutkan, pelaku tersebut merupakan bandar yang sudah sering memasok narkoba ke wilayah Kabupaten Karo.

"Pelaku ini memang residivis narkoba, dan sudah menjadi target yang kita incar," ujar Ras Maju, di halaman apel Mapolres Tanah Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe, Senin (9/12/2019).

Ras Maju mengungkapkan, pelaku tersebut juga diketahui masuk ke dalam jaringan internasional. Pasalnya, setelah dilakukan pengecekan terhadap alat komunikasi yang digunakan pelaku, ternyata yang bersangkutan mendapatkan barang haram ini dari kerabatnya yang berada di Malaysia.

"Kita sudah periksa dari alat komunikasi yang bersangkutan, ternyata ada satu pesan yang diterima dari nomor di luar negeri. Setelah dilacak, ternyata nomor itu dari Malaysia," katanya.

Dirinya menyebutkan, pihaknya juga sempat mencoba memancing jaringan yang berada di negara tetangga itu dengan menghubungi via panggilan video. Ternyata, dari pengakuan pelaku yang ada di Malaysia benar jika dirinya memiliki narkotika jenis sabu-sabu dan pil extaci.

"Kemarin kita juga mau turun ke Medan, untuk memancing jaringan yang di Malaysia itu. Tapi karena mungkin informasi sudah bocor, sehingga ada pesan terakhir dibatalkan karena keamanan," ucapnya.

Saat dirinya jalur yang biasa dilalui oleh pelaku tersebut, Ras Maju mengatakan jika pelaku dari Malaysia yang diduga sebagai teman dekat BSP, biasa menggunakan jalur udara.

Sehingga, pihaknya kemarin berencana untuk melakukan pengembangan dan penjemputan wanita tersebut."Biasanya katanya dari jalur udara dan sudah beberapa kali lolos, ini terbaru kabarnya mau menggunakan jalur laut," ungkapnya.

Ras Maju menambahkan, menurut informasi yang mereka dapatkan ternyata pelaku asal Malaysia ini ternyata tidak meminta imbalan berupa uang saat berhasil mengantar kedua jenis narkoba tersebut. Dirinya menyebutkan, wanita tersebut hanya meminta imbalan berupa narkotika.

"Jadi dia ini enggak minta bayaran uang, tapi minta extacinya 1000 butir, dan lain lagi sabunya," katanya

Sumber: tribunnews.com

Editor: tom.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!