HETANEWS

Alung Harahap Digorok Kekasihnya yang Sudah Punya Istri dan 2 Anak, Dihabisi Usai Pulang Dugem

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto didampingi jajaran, Senin (9/12/2019), saat paparkan kasus pembunuhan yang terjadi di Jalan Punak.

Medan, hetanews.com - Polisi akhirnya ungkap  pelaku pembunuhan terhadap korban AH alias Alung Harahap (25) yang ditemukan tewas di dalam kamar kos-kosan di Jalan Punak, Kota Medan, Rabu (4/12/2019) pagi.

Korban yang selama ini dikabarkan bernama Alung Harahap, memiliki nama asli Rubiah atau akrab disapa Biah.Korban juga masih berusia sangat muda, baru menginjak umur 17 tahun. Usia dan nama yang beredar di Facebook selama ini, ternyata hanyalah nama beken yang dipakai korban semasa hidup.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto yang memaparkan kasus ini mengatakan pelaku orang dekat yang tak lain adalah kekasih korban.

"Korban tidak punya pekerjaan tetap," kata Dadang didampingi jajaran saat paparkan kasus pembunuhan di Mako Polsek Medan Baru, Senin (9/12/2019) siang.

Dijelaskan Dadang kasus berawal dari informasi masyarakat pada (4/12/2019) pukul 07.00 WIB ada ditemukan mayat dengan luka tikam di Jalan Punak.Polisi datang kesana olah TKP dan kumpul alat bukti, CCTV dan saksi.

Samsir, tersangka pembunuh Alung Harahap ditangkap polisi. (foto repro)
Samsir, tersangka pembunuh Alung Harahap ditangkap polisi. (foto repro)

Polisi mendapatkan alat bukti kuat bahwa ada tersangka yang dicurigai atas nama Samsir Halomoan Harahap (30) warga asal Jalan PWS Lorong Saidi No 23 A, Kelurahan Sei Putih Timur, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan.

Tersangka sudah berumah tangga punya satu istri dan dua orang anak.Dia kesal karena saat dia datang, korban sedang tidak berada di tempat.

"Kami lakukan pengejaran dan dapat informasi di kampungnya Padang Bolak.Kita berangkat kesana dan temukan orangtua ternyata tersangka sudah balik ke Medan," ujarnya.

"Kami tanya, ternyata mereka ada di kampung halaman orang tua, pelaku berada dirumah yang lain terus kita tangkap.Hasil penangkapan ini kami dapat keterangan termasuk ponsel korban ada di tangan tersangka.Termasuk beberapa tulisan-tulisan yang ada di TKP dan alat bukti lain.

Dia kami amankan pada Jumat (6/12/2019),"ungkap Dadang.Diterangkan Dadang, motifnya adalah tersangka punya hubungan khusus dengan korban.Dia cemburu bahwa pada (4/12/2019) saat datang ke kos-kosan korban, ternyata tidak sedang berada di tempat.

Korban baru keluar dari rumah untuk dugem."Korban selingkuh dengan laki-laki lain.Mereka bertengkar hebat terjadi pergumulan dan dilakukan kekerasan mengakibatkan meninggal dunia," beber Dadang.

Tentang dugaan pembunuhan ini telah direncanakan, Dadang mengaku masih mendalami kasusnya."Kami masih cari tahu apakah pisau karter itu sudah dibawa atau memang sudah ada di TKP," sebutnya.

Alung Harahap atau yang akrab disapa Bian tewas mengenaskan dengan leher digorok di kamar kos (Istimewa)
Alung Harahap atau yang akrab disapa Bian tewas mengenaskan dengan leher digorok di kamar kos (Istimewa)

"Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal 338 subsider pasal 365 ayat (3) subsider pasal 351 ayat (3) dengan ancaman hukuman 15 tahun," tegas Dadang.

Saksi mata dan teman-teman korban mengaku menikmati dunia malam sebelum ditemukan tewas.Korban dugem bersama dengan beberapa orang teman yang sempat diinterogasi oleh pihak kepolisian.

Hal itu dibenarkan, karena saat dilakukan interogasi salah seorang teman korban mengaku kemarin mereka sempat dugem bareng."Kami sempat dugem bareng," kata salah seorang teman korban saat memberikan keterangan kepada polisi.

Korban sendiri tak jelas apa pekerjaan yang digelutinya.Karena hampir sebagian besar anak kos yang tinggal tidak tahu apa pekerjaan dari AH.

"Kalau dia enggak tahu saya apa kerjanya," kata salah seorang penghuni kos-kosan bernama Anasril Mendrofa, Rabu (4/12/2019).Hal itu juga dibenarkan salah seorang penghuni kos-kosan lainnya bernama Icha yang mengaku tak tahu apa pekerjaan korban.

"Iya kami enggak tahu dia kerjanya apa," kata Icha.

Namun dalam laman Facebook miliknya, korban AH terlihat berpenampilan menarik dan tak jarang mengumbar aurat dalam beberapa foto yang diunggah ke Facebook.

Namun, di balik gaya hidup enjoyable (menyenangkan) yang ditampilkan korban, ternyata dalam beberapa status yang diunggah, tak jarang dia menampilkan kesedihan.

Kesedihan itu beragam.

AH kadang tersulut sedih karena masalah keluarga, percintaan dan masalah hidup yang dianggapnya tidak berpihak kepadanya.

Untuk memastikan siapa pelaku pembunuhan, Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Eko Hartanto mengatakan pihaknya akan mencari CCTV disekitar lokasi.

"Kami sudah mencari beberapa alat bukti seperti CCTV termonitor.Kita akan memantau melalui CCTV, apa yang dilakukan pelaku sebelum dan sesudah menghabisi nyawa korban," ujarnya.

Dijelaskan Eko bahwa pelaku keluar dan masuk ke dalam kos-kosan korban melalui pintu belakang, bukan melalui pintu depan yang ramai orang berlaku lalang melintas.Dimana dari arah pintu belakang itu, lokasi tampak lebih sepi dan merupakan tembok belakang rumah orang di sekitar lokasi kejadian.

Baca juga: Wanita Tewas di Kamar Kos di Medan Ternyata Dibunuh Pacar, Ini Motifnya

Sumber: tribunnews.com

Editor: tom.