HETANEWS.COM

Lebih Dahulukan Bangun Tugu Dayok, PMS Sebut Pemko Kembali Melakukan Pelecehan Terhadap Pahlawan Simalungun

Pembangunan Tugu Dayok Yang berada di Jalan Medan tepatnya Lampu Merah Rambung Merah

Siantar, hetanews.com - Ada hal menarik ketika melintas di Jalan Medan, tepatnya di simpang lampu merah Rambung Merah, disana tampak Pemko sedang membangun suatu bangunan yang bentuk bangunan seperti hendak membangun tugu, hal ini menjadi pertanyaan apakah Pemko akan membangun Tugu Sangnaualuh?.

Terkait keberadaan bangunan tersebut kemudian hetanews menanyakan kepada Kadis PR-KP (Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman) Reinward Simanjuntak, Senin (09/12/2019) dia menyebutkan bahwa bangunan itu bukan Tugu Sangnaualuh melainkan tugu Dayok. "Bukan tugu Sangnaualuh, tapi tugu Dayok Mira,"katanya

Ditanya mengapa Tugu Dayok?, Reinward enggan memberikan komentar terkait hal tersebut."Udahlah lah,"sebutnya.

Ketua Komisi III DPRD Siantar Denny Siahaan, dia menyebutkan bahwa berdasarka Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Pemko yakni Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PR-KP) bahwa rencananya Pemko akan membangun simbol-simbol Simalungun.

"Memang ada kita bahas kemarin itu di RDP mereka berencana akan membangun simbol-simbol dari budaya Simalungun disana, tapi bukan bangun tugu Sangnaualuh yah,"katanya.

Ditanya simbol apa yang akan dibangun, karena amatan hetanews jika dibangun tersebut ada tulisan "Poda Raja Sangnaualuh", menurut Deny mereka hanya mendapatkan informasi terkait akan dibangun simbol-simbol Simalungun, lebih detailnya kata Denny dia mengarahkan wartawan ke Komisi I.

"Aku kurang tau pasti simbol apa yang dibangun, kalau engga salah Dayok (Ayam), dan soal bisa tidaknya simbol itu bukan ranah kami tapi ranah komisi 1 karena mereka membahas soal budaya, kalau kami hanya bahas soal bangunan dan anggarannya saja,"katanya.

Terpisah Sekertaris Partuha Maujana Simalungun (PMS) Rohdian Purba yang diwawancarai wartawan menyebutkan jika Pemko Siantar kembali lagi melakukan pelecehan kepada pahlawan Simalungun.

"Jika itu dibangun Tugu Sangnaualuh maka Pemko kembali melakukan pelecehan terhadap Pahlawan Simalungun, Pendiri Kota Siantar, Raja Sangnaualuh dengan adanya pembangunan tugu ini,"katanya.

PMS mengaku jika mereka tidak tahu menahu soal adanya pembangunan tugu tersebut, dan adanya tulisan "Poda" dalam tugu tersebut menurut Rohidian adalah sebuah pengkaburan bahasa Simalungun.

"Kita lembaga pemangku adat Simalungun PMS tidak pernah tahu menahu soal pembangunan tugu itu, bahkan ironisnya tugu ini mencantumkan perkataan "Poda", ini bukan bahasa Simalungun, sepertinya kembali pengkaburan bahasa Simalungun,"sebutnya.

Kalaupun dibangun Tugu Dayok kata Rohdian dengan adanya "Poda" dari Radja Sangnaualuh adalah sebuah bentuk tidak menghargai Pemko terhadap suku Simalungun, karena lebih mengutamakan tugu Dayok ketimbang Tugu Sangnaualuh yang sudah lama mangkrak.

"Jika tugu ini disebut juga tugu Dayok, dimana "Podahnya" Radja Sangnaualuh dimuat dibawah patungnya Dayok, memang benarlah pemimpin Kota ini tidak menghargai kita, lebih mengutamakan membangun tugu Dayok dari pada tugu seorang pahlawan Siantar Radja Sangnaualuh Damanik yang sudah ditelantarkan beberapa Tahun ini pembangunannya,"paparnya.

Baca juga: Tugu Raja Siantar Terbengkalai, Dianggap Penistaan Berkelanjutan

Penulis: tim. Editor: tom.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan