HETANEWS

Teror Harimau, 6 Petani di Pagaralam Dievakuasi Petugas Bersenjata Lengkap

Petugas gabungan Polsek Dempo Selatan dan BKSDA Lahat mengevakuasi enam petani yang terjebak di pondok cabai lantaran diteror harimau. (Foto: iNews/Yuddy Faifman)

Pagaralam, hetanews.com - Teror harimau menghantui warga Kota Pagaralam, Sumatera Selatan (Sumsel). Enam petani cabai yang mengurung diri di pondok setelah melihat keberadaan harimau berhasil dievakuasi petugas gabungan bersenjata lengkap, Minggu (8/12/2019).

Keenam petani cabai itu semuanya warga Dusun Meringang, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagar Alam Sumatera Selatan. Mereka tidak berani keluar pondok selama seharin akibat teror harimau.

Dengan bersenjata lengkap, petugas Polsek Dempo Selatan bersama tim BKSDA yang tiba di lokasi langsung mengevakuasi keenam petani tersebut. Petugas juga menemukan jejak harimau yang kerap meneror warga.

Keenam petani tersebut berhasil selamat dari serangan harimau dengan cara mengurung diri di dalam pondok dan melepaskan anak tangga agar harimau tersebut tidak dapat menaiki pondok tempat mereka bersembunyi.

Petani cabai, Nupis mengaku melihat seekor harimau berukuran besar melintas di dekat kebun cabai yang sedang digarap. “Saya lagi duduk depan pondok bersama lima teman kami. Tiba-tiba dari jarak sekitar 30 meter datang seekor harimau besar sekitar jam 4 sore. Kami langsung masuk ke pondok,” katanya.

Sejak kemunculan harimau besar itu, Nupis bersama lima petani lainnya tidak berani keluar pondok. Mereka kemudian menghubungi keluarganya untuk dijemput dari kebun.

Kapolsek Dempo Selatan, Iptu Zaldi mengatakan, keenam petani cabai itu dievakuasi setelah ada laporan warga lantaran takut diterkam harimau. “Kami terima laporan dari warga ada petani yang terjebak di pondok karena melihat ada harimau,” ucapnya.

Dari hasil penyisiran polisi dan BKSDA Lahat, kata dia, ditemukan tanda-tanda keberadaan harimau di sekitar areal kebun tersebut.

Terkait hal itu, Iptu Zaldi mengimbau agar para petani yang masih berada di dalam kebun untuk segera turun dan kembali ke desa masing-masing. “Ya, kami imbau petani untuk sementara turun duru dari kebun,” ucapnya.

sumber: iNews.id

Editor: gun.