HETANEWS

Kuli Bangunan Jembatan Ringroad Tewas Usai Minum Air Putih, Istri Korban Menangis Histeris

Iistri korban menangis histeris di ruang Forensik RSUD Djasamen Saragih, sambil memegang tangan suaminya. (foto/res)

Siantar, hetanews.com - Ruang forensik RSUD Djasamen Saragih, mendadak penuh dengan isak tangis yang sudah tidak bisa terbendung lagi dari pihak keluarga korban.

Pasalnya, korban Ridwansyah Hutahuruk (48), warga Jalan Sibatu-batu, Kelurahan Bahkapul, Kecamatan Siantar Sitalasari, dilihat sang istri, boru Manik, sudah  jadi mayat, di ruang forensik tersebut, Sabtu (7/12/2019) sekira pukul 11.30 WIB.

"Pak sadarlah pak, gak sanggup aku kalau bapak seperti ini, cemana anak - anak sekolah pak, kenapa aku dobohongi. Bapak yang selalu bilang sama ku, biar lah kita susah dulu yang penting anak kita semua sekolah," tangis istri Ridwansyah, sambil menggoyang tubuh suaminya.

Menurut keterangan dari rekan kerjanya, Ridwansyah yang bekerja di ringroad, membuat bangunan jembatan di Jalan Saribudolok, Kelurahan Nagahuta, Kecamatan Siantar Marihat, sebelum tewas sempat beristirahat untuk meminum segelas air putih.

"Pas istirahatnya tadi, sekitar jam 09.00 WIB, abang ini (Ridwansyah,red) minum, dan setelah minum, abang ini langsung terjatuh dan sempat mengorok," ungkap rekan kejanya, Gusman Arifin Marbun saat berada di depan ruang forensik.

Hanya saja, ketika korban sudah mengorok, tidak ada satu pun dari temannya yang berani untuk mengangkat korban ke rumah sakit, melainkan menunggu pihak Polsek Siantar Marihat datang ke tempat kejadian Perkara (TKP).

"Tadi ku ajaknya kawan-kawan untuk membawa abang ini ke rumah sakit dengan menggunakan sepeda motor, tapi tidak ada yang berani sampai polisi datang, membawa abang ini ke IGD RSUD Djasamen Saragih,"jelasnya sambil duduk lesehan di lantai.

Sementara, Kapolsek Siantar Marihat, AKP Bilmar Limbong, membenarkan kejadian tersebut dan mengatakan, bahwa jenazah masih berada di ruang forensik.

"Masih dibersihkan jenazah oleh petugas forensik, dan jenazah hanya dilakukan visum luar saja karena keluarga tidak mau dilakukan otopsi. Kalau untuk penyakitanya, keluarganya mengatakan tidak ada riwayat  sakitnya korban," akhir AKP Bilmar Limbong.

Penulis: res. Editor: gun.