HETANEWS

SEA Games 2019: Pelatih Myanmar Sebut Egy dan Osvaldo Pemain Fantastis

Pemain Timnas U-22 Indonesia Egy Maulana Vikri berebut bola dengan pemain Timnas Singapura saat pertandingan SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memorial, Filipina.

Jakarta, hetanews.com - Pelatih Timnas U-23 Myanmar, Velizar Popov, sudah mengamati gaya permainan Timnas U-23 Indonesia yang akan menjadi lawan mereka di babak semifinal SEA Games 2019. Menurut pelatih asal Bulgaria itu ada dua pemain yang mencuri perhatiannya yakni Osvaldo Ardiles Haay dan Egy Maulana Vikri.

''Osvaldo pemain yang fantastis. Selain itu ada Egy, yang menurut saya, juga fantastis. Selain itu mereka juga memiliki gelandang yang bagus dan pemain sayap yang sangat cepat dan taktis,'' kata Popov dalam keterangan resminya sebelum laga, Jumat (6/12).

Timnas U-22 Indonesia melawan Singapura, SEA Games
Selebrasi pemain Timnas U-22 Indonesia Osvaldo Haay usai mencetak gol ke gawang Timnas Singapura di Stadion Rizal Memorial, Filipina.

Mengedepankan Osvaldo sebagai pemain yang diwaspadai Myanmar memang tak salah. Didapuk sebagai penyerang tunggal, pemain Persebaya Surabaya sudah mencetak 7 gol dalam 5 pertandingan yang sudah dijalani.

Sejatinya, Osvaldo bukan menjadi pilihan utama pelatih Indra Sjafri di lini depan Timnas U-23. Sosok pelatih kelahiran Lubuk Nyiur, Sumatera Barat, itu memilih M. Rafli sebagai juru gedor. Akan tetapi, M. Rafli cedera dan harus menepi hingga fase grup rampung.

Bicara soal Egy, pemain Lechia Gdansk itu tak segemilang Osvaldo dalam urusan mencetak gol. Walau begitu, dia tercatat sudah mengemas 3 gol selama penyisihan.

Timnas U 23 Indonesia vs Brunei
Pemain Timnas U-23 Indonesia Osvaldo Haay (kanan) dan Egy Maulana Vikri saat laga melawan Brunei Darussalam, Selasa (3/12). 

''Kami memang tak bisa hanya menjaga dua pemain tersebut karena Indonesia berisikan pemain yang memiliki kemampuan yang sama bagusnya. Bahkan harus kami akui bahwa kami kesulitan membedakan mana pemain cadangan dan mana pemain inti mereka,'' ujar Popov.

''Tapi kami akan mencoba yang terbaik untuk menghentikan semua pemain. Bukan hanya satu atau dua pemain saja, ya. Karena kalau hentikan satu pemain, mereka punya 10 pemain lagi. Sepak bola adalah permainan kolektif, bukan individual,'' jelasnya.

Sumber: kumparan.com 

Editor: suci.