HETANEWS

Akhirnya Istri Hakim Jamaluddin Diperiksa Polisi, Bakal Terungkap Orang Bersama Hakim Sebelum Tewas

Akhirnya Istri Hakim Jamaluddin Diperiksa Polisi, Bakal Terungkap Orang Bersama Hakim Sebelum Tewas

Medan, hetanews.com - Peristiwa menggemparkan, pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri Medan Jamaluddin jadi sorotan.Polisi yang memeriksa lebih dari 22 saksi, tengah bekerja keras mengungkap misteri kasus ini.Kabar terbaru, polisi memeriksa istri Hakim Jamaluddin.  

Kecurigaan polisi melakukan pemeriksaan cukup beralasan.Berdasarkan hasil autopsi, diketahui korban sudah meninggal 20 jam sebelum dilakukan autopsi.Ada mengindikasikan  Jamaluddin (55) sudah meninggal sekitar pukul 3-4 pagi.Siapa orang yang terakhir kali bersama sang hakim? 

Pihak kepolisian membenarkan kalau saat ini istri Jamaluddin tengah diperiksa di Aceh terkait kematian suaminya.Jamalludin ditemukan tewas disebuah mobil Toyota Land Cruiser dengan nomor polisi BK 77 HD di areal kebun sawit Desa Suka Rame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumut Jumat (29/11/2019).

"Lagi dilaksakanan pemeriksaan di Aceh," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Medan Eko Hartanto melalui pesan WhatsApp-nya.Kamis (5/12/2019).Eko membantah kalau Zuraida Hamum telah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka."Gak ada," katanya.

Namun dia mengungkapkan kalau pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan dan peniyidikan intensif terhadap istri korban.Sementara itu kondisi Rumah Hakim Jamaluddin di Jalan Aswad, Perumahan Royal Monaco, Blok B No 22, Medan Johor tampak sepi.sekitar rumah kediaman Jamaluddin masih tampak seperti sebelumnya, dimana pagar putih rapat menutup rumahnya

Zuraida Hanum (42) istri almahum Jamaluddin SH MH (55), hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Sumatera Utara memberikan keterangan pada wartawan seusai pemakaman suaminya Sabtu (30/11/2019) petang. (SERAMBINEWS/RIZWAN) (SERAMBINEWS/RIZWAN
Zuraida Hanum (42) istri almahum Jamaluddin SH MH (55), hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Sumatera Utara memberikan keterangan pada wartawan seusai pemakaman suaminya Sabtu (30/11/2019) petang. (SERAMBINEWS/RIZWAN) (SERAMBINEWS/RIZWAN

Bahkan teratak yang dipasang tepat di depan rumah tersebut masih terpasang sejak 30 November 2019.Tetangga Jamaluddin yang tepat di samping rumahnya, menyebutkan bahwa dirinya tak ada aktivitas bahkan istri kedua Jamal Zuraida Hanum di rumah semenjak pergi ke aceh.

"Enggak ada lagi aktivitas, enggak ada nampak ibu itu juga. Udah kosong rumahnya semenjak pergi kr aceh," tutur pria yang tak ingin disebutkan namanya ini.

Saat ditanya terkait, anak-anak Jamaluddin. Ia juga tak ada melihat anak-anak Almarhum. "Itulah bang semenjak ke Aceh itu tidak ada anak-anaknya yang nampak bang," cetusnya.

Namun ia tak mengetahui adanya CCTV yang digunakan yang diperiksa polisi. "Enggak tahu kalau itu bang," pungkasnya.

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium forensik, Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan Jamaluddin tewas antara 12 sampai 20 jam sebelum mayatnya ditemukan pada Jumat (29/11/2019).

"Karena sudah lewat meninggal, kaku, udah lemas kembali, kemudian lembab kembali, dan arah kepada pembusukan," ujar Agus, Rabu (4/11/2019).

Saat ini tim dari Polda Sumut dan Polrestabes Medan masih melakukan penyelidikan untuk menangkap pelaku pembunuhan Jamaluddin.

"Kita mau menduga orang sebagai pelaku itu kan enggak boleh gegabah. Dalami semuanya alibi, kita periksa semua alat bukti yang ada. Mohon doa restu agar kasus ini segera terungkap," ucap Agus.

Diberitakan sebelumnya, jenazah Jamaluddin ditemukan di sebuah jurang di Dusun II Namo Rindang, Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Jumat siang.

Saat ditemukan jenazah sudah membiru dengan kondisi terbaring di posisi bangku belakang.

22 Saksi Diperiksa Polisi

Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait tewasnya Humas PN Medan Jamaluddin yang ditemukan di dalam mobil Toyota Prado BK 77 HD miliknya yang menabrak satu pohon sawit di perkebunan sawit Dusun II Namo Bintang, Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang.

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto saat dijumpai di depan Aula Tribrata Polda Sumut mengatakan tim dari Ditkrimum dan Polrestabes Medan sedang bekerja untuk mengungkap kasus tewasnya Humas PN Medan Jamaluddin ini.

"Mohon doa restu. Kedatangan pihak komisi III DPR RI juga ke sini untuk mempertanyakan masalah itu. Dan mereka berharap kasus ini segera terungkap,"katanya, Rabu (4/12/2019) seraya menyatakan sudah 22 Saksi yang diperiksa.

Mengenai apakah pelaku pembunuhan merupakan orang suruhan, orang nomor satu di Polda Sumut ini menyatakan belum sampai ke tahap itu.

"Kita kalau menduga orang sebagai pelaku kan tidak boleh gegabah. Kita dalami semua alibi. Kita periksa semua alat bukti yang ada dan mohon doa restu mudah-mudahan segera kita ungkap pelakunya,"terang pria dengan bintang dua dipundaknya ini.

Cut Rafika Lestari, asisten pribadi Jamaluddin, memperlihatkan berkas-berkas yang pernah ditangani almarhum di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (3/12/2019). (Tribun Medan)
Cut Rafika Lestari, asisten pribadi Jamaluddin, memperlihatkan berkas-berkas yang pernah ditangani almarhum di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (3/12/2019). (Tribun Medan)

Ia mengaku, menurut hasil pemeriksaan labfor kalau Jamaluddin sudah meninggal sekitar 12 sampai 20 jam sebelum autopsi. 

"Jadi saat diperiksa mayat sudah kaku, sudah mulai lemas kembali dan sudah mulai lembab dan mengarah sudah mulai membusuk atau mengalami pembusukan. Artinya korban sudah meninggal antara 12 sampai 20 jam,"jelas mantan Wakapolda Sumut ini.

"Kita akan runut dari sana, pelan-pelan,"ujarnya saat ditanya berarti sudah mendekati titik terang perihal korban meninggal antara rentan waktu 12 sampai 20 jam.

Sementara itu, Kapolsek Kutalimbaru AKP Bitler Sitanggang menyatakan istri Jamaluddin berada di Nagan Raya, Aceh. "Belum ada kita amankan. Istrinya masih di Nagan Raya, Aceh,"ujarnya via telpon.

Ia mengaku kalau sudah ada pembaharuan pasti akan di WhatsApp."Aku perlu juga diberitakan dalam kasus ini,"katanya.

"Istri pertamanya kan sudah cerai. Kita belum ada mengamankan istri keduanya,"katanya.Sama halnya dengan Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Eko Hartanto menyatakan belum ada pihak Polrestabes Medan mengamakan istri Jamaluddin.

"Gak ada bang,"jawabnya singkat.

Orang nomor satu di Reskrim Polrestabes Medan ini juga mengatakan belum ada dugaan pelaku merupakan orang suruhan istri almarhum. 

Kejanggalan CCTV

Hal janggal kembali terungkap pada saat kejadian kematian Hakim Jamaluddin pada 29 November 2019 lalu ternyata CCTV di rumahnya ternyata dicabut.

Hal ini diungkapkan Humas PN Medan, Erintuah Damanik, Rabu (4/12/2019) di ruang sidang Cakra 6.

Seperti diketahui, rumah Jamaluddin bersama istri keduanya Zuraida Hanum berada di Jalan Aswad, Perumahan Royal Monaco, Blok B No 22, Medan Johor.

"Info dari kepolisian itu menyebutkan kalau CCTV itu tidak dicolokkan, padahal sebenarnya berfungsi. Jadi disengaja," tuturnya.

Hal janggal lainnya dimana ditemukan dari CCTV di sebelah rumah Jamaluddin dimana sekitar pukul 04.00 WIB memang ada mobil Land Crusher Prado yang keluar dari rumah Jamal, namun dengan arah yang berbeda.

"Jadi hal janggal lainnya diambil dari CCTV rumah tetangga, kalau mobil itu keluar biasanya ke kanan. Tapi kalau hari itu ke kiri bukan ke arah pengadilan. Dan setelah mobil itu lewat ada sepeda motor yang mengikuti," jelasnya.

Erintuah juga menjelaskan bahwa pada hasil dari autopsi pada malam kejadian hasilnya Jamal ternyata sudah meninggal sejak dini hari.

"Kita mendengar hasil bahwa sebelum visum dalam itu itu, dinyatakan bahwa korban 20 jam sebelumnya sudah meninggal. Itu menyatakan bahwa 20 jam sebelum diautopsi itu dia meninggal, artinya jika dihitung mundur 20 jam itu dia meninggal sekitar jam 3 atau 4 subuh," jelasnya, Rabu (4/12/2019).

Ia belum dapat memastikan kematian tersebut akibat dibunuh atau tidak.

"Saya tidak tahu dibunuh apa enggak, yang jelas infonya seperti itu sudah meninggal 20 jam sebelum di otopsi, berarti sekitar jam 3 atau 4 subuh kalau kita hitung menurut hitung-hitungan mundur otopsi jam 20.00 WIB," tutur Erintuah

Ia menerangkan pihaknya masih belum tahu siapa pelaku yang dimaksudkan Kapolda Sumut orang dekat tersebut."Kita belum dapat, hanya dengar-dengar dari rekan wartawan, dari rekan pers bahwa ada terduga ini itu cuma kita belum tahu pastinya.

Kita enggak tahu lah ya, ini biasanya rekan wartawan yang lebih tahu," pungkasnya.

Ditanya apakah Jamaluddin memiliki pekerjaan lain selain hakim di PN Medan, Erintuah Damanik menegaskan tak tahu.Namun, istri almarhum memiliki bisnis properti.

"Istrinya suka share di facebook punya perumahan. Dia juga punya bisnis penimbunan tanah jalan tol. Sawit juga," tutur Erintuah Damanik.

Kepemilikan bisnis tersebut oleh keluarga Jamaluddin diyakini tidak melanggar prosedur."Kalau gak ada (jabatan) saya kita gak masalah," tuturnya.

Bagi Erintuah yang menjadi masalah apabila Hakim menduduki jabatan tinggi di perusahaan tersebut.

"Yang bawa itu yang diusahakan sama keluarganya tidak menutup kemungkinan. Apakah dia diperusahaannya menduduki jabatan nggak selalu direktur, selaku komisariskan gitu, kalau gak ada gak masalah. Namanya istrinya kan keluarganya," cetusnya.

Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto di Lapangan Merdeka Medan pada Minggu (1/12/2019) menyebutkan pelakunya adalah orang dekat."Sedang didalami. Artinya bahwa kemungkinan dibunuh. Kayaknya orangnya (pelaku pembunuhan) tidak jauh," tuturnya.

Kapolda tidak merinci apakah pelaku yang diduga membunuh adalah keluarga atau rekan kerja korban.

"Tunggu saja perkembangannya, ya," ujarnya.

Fakta terbaru ini berbeda dengan keterangan istri Jamaluddin, Zuraida Hanum.

Melansir serambinews, pada wartawan di kediamannya di rumah duka di Nagan Raya setelah prosesi pemakaman suaminya pada Sabtu (30/11/2019) petang,  Zuraida Hanum menceritakan Jamaluddin berangkat dari rumah pukul 5.00 WIB. 

Zuraida mengatakan semua perlengkapan seperti baju, sepatu dan perlengkapan kantor sudah disiapkannya di dalam mobil.Namun, kata Zuraida, ia sudah menyarankan kepada suami untuk didampingi pergi ke bandara.

Zuraida Hanum istri hakim Jamaluddin menangis saat jasad suaminya tiba rumah mertuanya di Desa Suak Bilie, Kecamatan Suka Makmue, Nagan Raya, Sabtu (30/11/2019) sekitar pukul 13.30 WIB. (Serambi/Rizwan)
Zuraida Hanum istri hakim Jamaluddin menangis saat jasad suaminya tiba rumah mertuanya di Desa Suak Bilie, Kecamatan Suka Makmue, Nagan Raya, Sabtu (30/11/2019) sekitar pukul 13.30 WIB. (Serambi/Rizwan)

Namun suami tidak mau dengan alasan karena sudah pagi.Almarhum juga mengatakan setelah ke bandara akan langsung ke kantor PN Medan.“Siapa yang akan dijumpai saya tidak tahu.

Bapak tidak cerita ke saya siapa yang ingin berjumpa,” sebutnya dalam wawancara dengan sejumlah wartawan di kediamannya di rumah duka di Nagan Raya setelah prosesi pemakaman suaminya pada Sabtu (30/11/2019) petang.

Apalagi selama ini, kata Zuraida, suaminya terkadang pulang bisa sampai malam hari dan pergi ke kantor bisa lebih subuh sehingga tidak pernah menaruh rasa curiga.

Terkait ditemukan suaminya meninggal, Zuraida meminta kepolisian di Medan dapat mengungkap kasus tersebut dan menangkap pelaku.Sebab, kasus kematian suaminya di dalam mobil dengan kondisi tidak wajar.

Seperti ditemukan memar di hidung, dan berada di bangku tengah.“Saya lihat kondisi bapak memar di hidung ketika dibawa ke rumah sakit. Harapan saya (kasus) ini segera terungkap,” harap Zuraida.

Pagar ditabrak OTK

Zuraida Hanum juga menceritakan peristiwa teror yang pernah terjadi sekitar tiga pekan lalu sebelum kematian suaminya.Kejadian itu berupa pagar depan rumahnya sempat ditabrak sebuah mobil orang tidak dikenal (OTK).

“Namun penabrak itu tidak diketahui. Dampak pagar rumah ditabrak menjadi rusak dan harus diperbaiki,”

kata Zuraida.Kejadian pagar rumah ditabrak itu terjadi sekira pukul 07.00 WIB dan suami serta dirinya dan anak-anak masih di rumah karena belum ke tempat kerja dan sekolah.

Bahkan peristiwa itu juga membuat tetangga terkejut karena suara cukup besar.

“Meski itu tidak ada kaitan dengan peristiwa ini, tapi kami melihat itu tidak wajar,” ujar Zuraida.

Mobil hakim PN Medan  yang terperosok  ke Jurang Kutalimbaru (Foto Istimewa)
Mobil hakim PN Medan  yang terperosok  ke Jurang Kutalimbaru (Foto Istimewa)

Hakim Jamaluddin ditemukan tak bernyawa dalam mobilnya, Land Cruiser berwarna hitam yang terperosok di areal kebun sawit Desa Suka Rame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Jumat (29/11/2019) siang.

Jenazah ditemukan di baris kedua mobil dengan beberapa luka di leher.

Baca juga: Hakim PN Medan Ditemukan Tewas dalam Mobil Land Cruiser di Semak-semak

Sumber: tribunnews.com

Editor: tom.