HETANEWS

Preman Kampung Bacok Pekerja Bangunan karena Tidak Diberi Uang

Timsus Gurita Polres Tanjungbalai saat meringkus pelaku. (foto/ferry)

Tanjungbalai, hetanews.com - Merasa hebat dan sok jagoan, preman kampung yang satu ini nekat melukai korban hanya karena tidak mematuhi kemaunnya.

Ujung – ujungnya, pelaku Surya Bakti alias Bek (31), warga jalan M. Abbas Gang Perak, Kelurahan TB Kota II, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, harus berurusan dengan Tim Khusus Gurita Polres Tanjungbalai, pada Selasa (3/12/2019), lalu.

Dia diringkus petugas karena menganiaya korban, Mhd Riza Sinaga (20), warga Jalan  M.U Damanik,  Kelurahan  Pantai Burung, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, hingga korban mengalami luka, pada bagian jari tengah dan jari telunjuk sebelah kanan dan luka pada mata kaki sebelah kiri.

Penganiayaan itu terjadi, karena pelaku emosi terhadap korban yang mengadukan perbuatannya yang sering meminta uang dan juga telah melakukan pencurian satu unit bor ke Polsek Tanjungbalai Selatan.

Korban adalah pekerja bangunan yang saat itu mengerjakan bangunan pemerintah, di kawasan tersebut.

Pelaku sering mendatangi korban dan meminta uang dengan alasan, dirinya sebagai PS atau pemuda setempat .

Karena korban hanya sebagai pekerja, permintaan pelaku diabaikan oleh korban dan hanya bisa memberi uang rokok saja kepada pelaku.

Pelaku pun emosi dan melakukan pencurian di lokasi pembangunan tersebut.

Penganiayaan itu terjadi pada Selasa (26/11/2019) lalu, sekira pukul 23.30 WIB. Korban yang saat itu sedang duduk-duduk, di jalan  Mayor Umar Damanik, tiba-tiba dihampiri pelaku dari arah samping dengan membawa sebilah parang dan langsung menebaskannya ke arah korban, namun tidak mengenainya  karena korban mengelak.

Merasa terancam, korban pun mengambil kayu yang ada di dekatnya untuk menangkis, namun pelaku terus mencoba menusukkan beberapa kali parang tersebut  ke arah tubuh korban.

Akibat kejadian tersebut, korban menderita luka pada jari telunjuk dan jari tengah sebelah kanan,  mata kaki sebelah kiri.

Akibat dibacok secara membabi buta, korban pun berteriak minta tolong, sehingga masyarakat berdatangan dan pelaku melarikan diri.

Kapolres Tanjungbalai, AKBP Putu Yudha Prawira, membenarkan kejadian tersebut dan pihaknya telah menyita parang, sebagai barang bukti.

Barang bukti cukup dan pelaku tidak kooperatif, maka dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Polres Tanjungbalai, tegas Kapolres kepada wartawan, Kamis (5/12/2019).

Penulis: ferry. Editor: gun.