HETANEWS.COM

Pembeli dan Kurir Sabu Disidangkan Terpisah di PN Simalungun

Terdakwa Titin & Ilham berjalan beriringan. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT), Titin Andriyani als Titin (34), didakwa membeli sabu dari keponakannya, Budi (DPO).

Tapi sabu tersebut, diterima dari terdakwa M Ilham Siregar (24), warga jalan Cumi - cumi Siantar. Keduanya disidangkan terpisah, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Kamis (5/12/2019).

Menurut jaksa Juna Karo-Karo, anggota Satres Narkoba Polres Simalungun, lebih dulu menangkap Titin, warga jalan Tongkol, Kecamatan Siantar Timur, di jalan Asahan Gang Farel Pasaribu, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, pada Kamis (15/8/2019), lalu.

Dari Titin, disita sepaket sabu 0,70 gram (bruto) yang diakui dibeli dari Budi, melalui kurirnya, M.Ilham, seharga Rp 200 ribu.

Uang tersebut adalah milik Linggom (DPO) yang katanya mau beli beli rokok dan meninggalkan terdakwa, di Gang Farel Pasaribu. Narkotika itu rencananya akan digunakan bersama.

Petugas juga langsung menangkap M.Ilham Siregar, dari salah satu Warnet, di jalan Patuan Anggi, depan SMAN 2 Siantar.

Setelah ditangkap, Ilham mengaku menjual sabu kepada Titin karena disuruh Budi. Karena terdakwa Ilham, mendapatkan upah 20 hingga 30 ribu usai mengantar sabu.

Keduanya didampingi pengacara, Sintong Sihombing SH dan membenarkan dakwaan jaksa.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjerat keduanya dengan pasal 114 atau kedua melanggar pasal 112 (1) UU RI No.36/2009 tentang tanpa hak atau melawan hukum memiliki narkotika.

Untuk pembuktian mendengarkan keterangan saksi-saksi, persidangan dipimpin hakim, Roziyanti SH, ditunda sepekan.

Penulis: ay. Editor: gun.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!