HETANEWS.COM

Serda N, Pembunuh Wanita Dalam Karung Dituntut 12 Tahun Penjara

Serda N. (Foto: Abdy Febriady/detikcom)

Polewali Mandar, hetanews.com - Sidang lanjutan kasus dugaan pembunuhan mayat wanita dalam karung, kembali digelar Pengadilan Militer III-6 Makassar, di Gedung Pengadilan Negeri Polewali, Kabupaten Polewali Mandar. Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan dihadiri Serda N selaku terdakwa, serta keluarga korban pembunuhan, Jayanti.

Tuntutan yang dibacakan oditur militer, Mayor CHK Hasta meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman 12 tahun penjara pada terdakwa.

"Karena terbukti secara sah melakukan pembunuhan, agar saudara Serda N dijatuhi pidana pokok selama 12 tahun, dikurangi selama terdakwa menjalani penahanan sementara," ujar Hasta yang bertindak sebagai jaksa penuntut umum, Rabu (4/12/2019).

Hasta juga meminta majelis hakim menjatuhkan pidana tambahan pada Serda N atas tindak pidana yang telah dilakukannya. "Agar dipecat sebagai anggota militer," kata Hasta saat membacakan tuntutan.

Terkait tuntutan hukuman yang dibacakan oditur militer, penasehat hukum terdakwa meminta kepada majelis hakim memberikan tenggang waktu untuk menyusun klimensi atau permohonan keringanan hukuman.

"Kami minta diberi waktu untuk mengajukan pembelaan yang akan dibacakan pada Kamis besok," ujar Mayor CHK Bunga.

Menanggapi tuntutan yang dibacakan, pihak keluarga korban Jayanti berharap majelis sidang yang dipimpin Letkol CHK Fredy Ferdian, menjatuhkan hukuman seberatnya-beratnya terhadap terdakwa Serda N. Pihak keluarga tidak terima jika terdakwa dihukum ringan.

"Pokoknya kami tidak terima kalau Serda N yang telah membunuh anak kami secara sadis dihukum ringan, dia harus dihukum seberat-beratnya, seumur hidup atau hukuman mati," kata keluarga korban, Hajja Erna.

Sidang yang berlangsung 30 menit ini kemudian diskors dan akan dilanjutkan pada Kamis (5/12) besok dengan agenda mendengar klimensi dari penasehat hukum terdakawa.

Sebelumnya, di hari dan tempat yang sama, Serda N juga menjalani sidang militer atas kasus Tindak Pidana Tidak Hadir Tanpa Izin (THTI) dan Menikah Lagi (Poligami). Atas kasus THTI, oditur militer meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman kurungan penjara selama 40 hari terhadap Serda N, sementara kasus poligami yang menjeratnya, Serda N dituntut kurungan selama 7 bulan penjara.

sumber: detik.com

Editor: gun.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!