Siantar, hetanews.com - BPBD Pematangsiantar belum menetapkan longsornya parit irigasi sebagai darurat bencana. BPBD terkesan pesimis mengeluarkan anggaran tidak terduga [TT] untuk penanggulangan, dikarenakan masa tutup buku di akhir tahun.

Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD, Irwansyah Saragih, mengatakan pihaknya belum mendapat informasi terkait jebolnya parit irigasi di Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba itu. 

Dijelaskannya, pihak Kelurahan seharusnya memberitahu adanya peristiwa tersebut ke BPBD, kemudian pihaknya turun ke lokasi. Tak cuma itu, anggaran TT untuk penanggulan bencana pun belum bisa dikeluarkan bulan ini.

"Ini sudah bulan dua belas [Desember], untuk sementara kita gak bisa menggunakan anggaran-anggaran apapun disini [BPBD]," ungkap Irwansyah, Rabu (4/12/2019).

Meski jebolnya parit irigasi berpotensi merubuhkan rumah warga dan irigasi pertanian, Irwansyah menyarankan supaya warga bergotong royong memasang goni berisi tanah. 

"Saya sudah ngomong sama Babinsa kemarin, dibikin sajalah dulu, darurat, bikin bentengan goni berisi tanah untuk sementara waktu," imbuhnya. 

Dijelaskannya, usulan untuk penanggulangan jebolnya parit irigasi dapat dilakukan pada tahun 2020 sekitar bulan April 2020. "Tapi usulan ini tetap berjalan, kita masukkan ke dalam anggaran tak terduga, [TT]" bebernya. 

Ditambahkannya, perbaikan bencana ini sekaligus akan diikutkan dalam 8 titik darurat bencana lainnya di Pematangsiantar pada tahun 2020. 

Baca juga: Parit Irigasi Jebol, Rumah Warga dan Kawasan Pertanian Terancam