HETANEWS

Jaksa Tuntut Penjual Sabu 6 Tahun, Pengguna 3,6 Tahun Penjara

Dua terdakwa melapor kepada petugas sebelum masuk sel. (foto/ ay)

Simalungun, hetanews.com - Bayu Nugroho als Bayu (28), warga Huta I Kampung Pompa, Nagori Perlanaan, Kecamatan Bandar, terbukti menjual sabu.

Jaksa Dedy Chandra, menuntutnya dengan pidana penjara selama 6 tahun, denda Rp1 milyar subsider 1 tahun penjara, di  PN Simalungun, Rabu (4/12/2019).

Sedangkan temannya, Singgih Dwi Prasetyo als Kiting (24), warga yang sama, terbukti menerima sabu untuk dipakai dari Bayu, dituntut 3,6 tahun.

Kiting dipersalahkan jaksa, melanggar pasal 127 (1) huruf a UU RI No.35/2009 tentang penyalahgunaan narkotika bagi diri sendiri.

Sedangkan Bayu, dipersalahkan melanggar pasal 114 (1) Jo pasal 132 UU RI No 35/2009 tentang narkotika. 

Terungkap dalam persidangan, terdakwa Bayu membeli sabu dari Pian (DPO), seharga Rp500 ribu. Lalu dibagi menjadi 10 paket dan dijual melalui kurirnya, Rakak (DPO) sebanyak 1 paket, dan sepaket diberikan kepada Kiting.

Polisi menyita 8 paket sabu seberat 1,07 gram (bruto) dari dompet terdakwa Bayu dan uang Rp100 ribu, hasil penjualan sabu. Bayu dan Kiting, diamankan Polsek Bangun, pada Jumat, 5 Juli 2019, lalu, di lokasi pabrik PT Sipef.

Didampingi pengacara, Sintong Sihombing SH dari Posbakum PN Simalungun, kedua terdakwa secara bergantian  memohon keringanan hukuman kepada majelis hakim.

Dan majelis hakim, Hendrawan Nainggolan, Nasfi Firdaus, Mince Ginting akan mempertimbangkan permohonan para terdakwa.

Untuk pembacaan putusan, sidang ditunda seminggu.

Penulis: ay. Editor: gun.