HETANEWS

Tukang Ojek di Timika Ditemukan Tewas di Indekos

Papua, hetanews.com - Supriyono (43) yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang ojek ditemukan meninggal dunia di rumah indekosnya di Lorong Cemara, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Sempan, Distrik Wania, Kota Timika, Mimika, Papua, Selasa (3/12/2019).

Jasad Supriyono pertama kali ditemukan oleh Elia Klemen (30). Awalnya, Elia hendak menyewa motor korban. Namun, saat Elia mengetuk pintu rumah indekos, korban tak menyahaut.

Elia kemudian membuka pintu dan mendapati korban sudah tidak bernyawa dengan posisi tengkurap. Saat itu, tangan kanan Supriyono di atas kasur dan mulutnya mengeluarkan darah.

Elia kemudian memberitahukan hal itu kepada Ibu Ruth yang merupakan tetangga korban. Polisi yang mendapat laporan tersebut kemudian mendatangi indekos korban dan melakukan olah tempat kejadian perkara.

Selanjutnya, korban dibawa ke kamar jenazah RSUD Mimika untuk dilakukan visum. Kepada polisi, Ibu Ruth mengatakan bahwa pada Minggu kemarin, korban sempat mengeluhkan sakit di bagian mulut karena bengkak.

Suami Ibu Ruth kemudian membawa korban ke RSUD untuk berobat. Pada hari yang sama, korban juga diperbolehkan pulang.

Sementara, salah satu saksi yakni Alfandi (18) mengtakan kepada polisi bahwa pada Selasa pagi, dia sempat mendatangi rumah indekos korban, setelah ditelepon korban.

Setibanya di rumah indekos, korban meminta Alfandi untuk membelikan buah semangka. Alfandi lalu menuruti permintaan korban. Saat kembali, Alfandi mendengar Supriyono bercerita tentang mimpinya yang bertemu dengan seorang perempuan yang mengajaknya jalan-jalan.

Korban bahkan sempat menyampaikan kepada Alfandi bahwa hidupnya sudah tidak lama lagi, sambil mengeluh rasa sakit. Alfandi kemudian menasehati korban untuk tidak berbicara seperti itu dan tetap banyak berdoa agar segera diberi kesembuhan.

Kepala Unit Indentifikasi Reserse Kriminal Polres Mimika Aipda Ramli mengatakan, korban diduga meninggal dunia karena sakit. Sebab, hasil olah TKP ditemukan obat milik korban tertanggal 1 Desember 2019.

Selain itu, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Meski demikian, polisi masih menunggu hasil visum untuk mengetahui penyebab kematian korban.

"Kami tunggu hasil visum untuk mengetahui penyebab meninggalnya korban," kata Ramli ditemui usai melakukan olah TKP.

 

sumber: kompas.com

Editor: sella.