HETANEWS

Sedang Diuji Coba, Kapan Vaksin HIV Bakal Dirilis?

Ilustrasi HIV/AIDS Foto: Shutter Stock

Amerika serikat, hetanews.com - Sebelum memasuki pertengahan tahun 2020 nanti, para peneliti berambisi merampungkan tahap akhir pengujian vaksin HIV di seluruh dunia. Sejauh ini, para peneliti sudah menetapkan tiga kali uji coba sebelum vaksin HIV ini resmi dirilis tahun depan.

Pengujian vaksin HIV dinilai sebagai kemajuan di dunia medis, seperti disampaikan oleh Susan Buchbinder. Direktur program penelitian HIV dari Departemen Kesehatan Masyarakat di San Francisco, Amerika Serikat, itu optimistis dengan pencapaian ini.

“Kami memiliki tiga vaksin yang baru diuji coba dalam pengujian laboratorium efikasi, tahapan ini harus dilakukan berulang kali pada tahap awal agar hasilnya cukup menjanjikan sehingga kami bisa melanjutkannya ke dalan studi efikasi,” ujar Buchbinder, dikutip dari Medical Daily.

HIV 1
ilustrasi obat antivirus HIV. Foto: Thinkstock

Pada 2016 silam, peneliti pertama kali melakukan uji coba vaksin HIV yang diberi nama HVTN 702. Kala itu, uji coba berlangsung di Afrika Selatan. Imbokodo/HVTN705 dan Mosaico/HVTN706 merupakan dua vaksin HIV lainnya yang diuji coba.

HVTN 702 merupakan vaksin HIV yang dinilai potensial. Ia adalah versi modifikasi dari vaksin RV144 yang diklaim mampu mengurangi tingkat infeksi hingga 30 persen. Hanya saja, vaksin pertama ini juga memiliki keterbatasan sehingga memaksa peneliti tak melanjutkan uji cobanya. Nah, versi terbaru HVTN 702 yang dikembangkan peneliti inilah yang kemudian disebut-sebut berkhasiat untuk menangkal virus.

Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (National Institute of Allergy and Infectious Diseases/NIAID) mengatakan HVTN 702 bertujuan untuk memberikan perlindungan yang lebih memadai serta berkelanjutan dibandingkan pendahulunya, rejimen RV144. HVTN juga telah disesuaikan dengan subtipe HIV yang mendominasi di Afrika Selatan yang dikenal sebagai clade HIV-1 C.

Para peneliti diharapkan untuk segera merilis hasil uji coba HVTN 702 pada akhir 2020 atau paling lambat pada awal 2021. Dalam rentang waktu tersebut, peneliti juga sedang mengerjakan uji coba untuk Imbokodo dan Mosaico.

Dalam uji coba Imbokodo, peneliti telah melibatkan 2.600 wanita dari lima negara Afrika selatan untuk tahap akhir pengujian. Vaksin HIV ini bergantung pada imunogen "mosaik" untuk menginduksi respons kekebalan tubuh terhadap berbagai jenis HIV global.

Sementara itu, uji coba Mosaico telah dimulai pada November. Pengujian tersebut juga menggunakan pendekatan imunogen mosaik yang sama seperti Imbokodo untuk melawan HIV dalam tubuh.

Rencananya, uji coba Mosaico diperuntukkan untuk melihat potensi vaksin HIV dengan 3.800 pria gay dan waria di 57 lokasi di AS dan Eropa. Tim peneliti Mosaico bakal mengumumkan temuan mereka pada 2023, sementara hasilnya bakal dirilis lebih cepat pada 2021.

Anthony Fauci, direktur NIAID, mengatakan jika salah satu dari tiga vaksin yang diuji tampaknya aman dan efektif setelah tes, maka proses penantian mereka selama beberapa dekade dalam upaya menemukan cara untuk menghentikan penyebaran HIV akan berakhir.

Sumber: kumparan.com 

Editor: suci.