HETANEWS

Parit Irigasi Jebol, Rumah Warga dan Kawasan Pertanian Terancam

Lokasi Parit Irigasi tepat dibelakang rumah warga di Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba Pematangsiantar

Siantar, hetanews.com - Hujan deras pada Senin malam kemarin membuat puluhan rumah di RT I Kelurahan Tanjung Pinggir terendam banjir. Tidak hanya itu, parit irigasi amblas membuat beberapa unit rumah terancam ambruk dan kawasan pertanian kekeringan.

Ngatiem, pemilik rumah yang berdekatan percis dititik longsor khawatir jika rumahnya ikut rubuh. Kata dia, malam saat kejadian bikin dirinya dan puluhan warga yang bertempat tinggal dilokasi tak bisa tidur nyenyak.

"Kami takut, kalau hujan terus bagaimana. Bisa rumah ku ikut rubuh," kata Ngatiem, ditemui dilokasi, Selasa (3/12/2019).

Warga lain menuturkan, pemukiman mereka di RT I Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, kerap dilanda banjir. Air selalu meluap dari parit irigasi yang letaknya dibelakang rumah meraka.

Sumber air yang mengalir ke parit irigasi berasal dari sungai. Kondisinya saat ini, aliran air dari hulu terpaksa ditutup. "Kalau di kampung ini sudah 15 tahun banjir. Tiap hujan rumah ku selalu terendam," timpal warga lain.

Sambung Ngatiem, pasca peristiwa jebolnya parit irigasi, belum ada pertolongan dari BPBD Pematangsiantar maupun pemerintah kecamatan.

Tak ingin menunggu dengan sia-sia, warga setempat berinisiasi menimbun parit dengan puluha  goni berisi tanah. Meski begitu, upaya itu tak mampu menahan pergeseran tanah semakin melebar.

Selain mengancam keselamatan rumah warga, jebolnya dingding parit irigasi mengakibatkan pengairan air berhenti ke persawahan milik warga. Padahal, dalam waktu dengan mereka akan bercocok tanam.

Dikin, selaku Kepling menambahkan, parit irigasi itu adalah titik vital bagi warga yang bermukim disekitarnya. Warga, kata dia, selalu menggunakan air dari tanggul tersebut buat kebutuhan MCK.

"Tanggul tersebut sangat penting karena kita masyarakat sangat membutuhkannya. Dari situ jugalah pengairan untuk para petani. Karena ke bawah sana kan daerah perladangan," ujarnya.

Dikin mengakui, jika parit irigasi itu sudah pernah longsor beberapa tahun lalu. Meski tidak ada upaya pemerintah melakukan perbaikan, warga turun akhirnya tangan bergotong royong untuk membangun kembali.

"Kalau tidak salah saya pada tahun 2015 sudah pernah ini longsor. [Dulu] warga masih bisa memperbaikinya secara gotong royong. Dan kejadian ini sudah kita laporkan ke pemerintah setempat," ujarnya.

"Saya berharap tolonglah, secepatnya di lakukan perbaikan. Karena kalau tidak ada perbaikan, masyarakat tidak akan bisa bertani dan ladang akan kekeringan," harapnya.

Kata Kepling ini, sejak kejadian itu pihak dari kelurahan setempat hanya datang untuk mengecek lokasi. Namun belum dapat mengambil keputusan saat masyarakat menanyakan kapan akan dilakukan perbaikan.

Baca juga: BPBD Hanya Dirikan Tenda dan Terpal Buat Rumah Warga Diterjang Puting Beliung

 

Penulis: gee. Editor: edo.