HETANEWS

Adiknya Dicabuli BHL, Seorang Perempuan Mengaku Istri Tentara Ancam Wartawan

Terdakwa dalam persidangan didampingi pengacara, Erwin Sidagambir SH. (foto/ ay)

Siantar, hetanews.com - Usai persidangan mendampingi saksi korban, sebut saja Fina (nama samaran yang masih berusia 13 tahun), seorang wanita mengaku kakak korban, mengaku istri tentara dan mengancam wartawan.

“Siapa tadi yang foto - foto, pokoknya kalau sampek nyebar fotonya, ku tuntut,"kata wanita itu, di hadapan jaksa dan juga beberapa media, di PN Siantar, Selasa (3/12/2019). Wanita yang tidak diketahui identitasnya ini mengaku istri tentara.

"Saya istri tentara, saya disini ikut campur, karena ini adik saya,"katanya sambil menunjukkan ke arah adiknya, sebagai korban cabul.

Tampaknya wanita ini kurang paham, apakah foto itu disebar atau tidak, tapi seenaknya mau periksa-periksa HP orang. Karena media juga mengerti kode etik pers.

"Barangkali sudah malu karena adiknya korban cabul, “kata salah seorang pengunjung sidang sambil berlalu.

Dalam sidang tertutup untuk umum, di PN Siantar, yang dipimpin hakim Fhyyta Sipayung, terdakwa MAI als Arif (25), seorang Buruh Harian Kepada (BHL), didakwa mencabuli Fina. Arif berhasil membobol benteng pertahanan saksi korban sebanyak 2 kali.

Menurut dakwaan jaksa, perbuatan itu dilakukan Arif, pada Jumat dan Sabtu (27-28 September 2019), di salah satu rumah, di jalan Pdt. JW Saragih, Kelurahan Tanjung Pinggir.

Akibatnya sesuai visum, dokter Julia D Pratiwi yang menyatakan, selaput darah korban sudah tidak utuh lagi.

Bermula saksi korban bersama temannya, Nanda, melihat terdakwa melintas naik sepeda motor di Simpang Rami. Lalu korban memanggil terdakwa dan meminta agar terdakwa Arif, mengantarkan temannya ke Karang Anyer.

Tapi korban juga ikut mengantarkan temannya itu dan berboncengan 3. Usai mengantar temannya, korban bukan diantar pulang, tapi dibawa ke jalan Pdt JW Saragih Tanjung Pinggir dan disetubuhi.

Agenda persidangan siang itu, pembacaan dakwaan dan mendengarkan keterangan saksi korban.

Penulis: ay. Editor: gun.