HETANEWS

Tria Gadis Sunda yang Geulis dan Modis dan Afifa Belia Tabagsel Multitalenta yang Bikin Iri

2 millenial berbeda etnis namun memiliki pandangan yang sama. Fitria Utami Sunjaya (25), gadis asli keturunan Sunda (neng geulis) dan Afifa Ammalia Boru Harahap (15), dara belia etnis Tabagsel (pariban) yang berhasil mencuri perhatian para hadirin di PSBD Asahan 2019. (Foto/Rendi).

Asahan, hetanews.com - Memasuki tahun ke-IV penyelenggaraan Pagelaran Seni Budaya Daerah (PSBD) Asahan tahun 2019, sepertinya banyak memberi dampak positif dan kesan tersendiri bagi setiap kalangan, tak terkecuali untuk para kaum millenial (kawula muda).

Betapa tidak, pentas multi etnis 2 (dua) tahunan yang diadakan oleh Pemkab Asahan sejak tahun 2013 ini, sudah barang tentu melahirkan jiwa dan semangat nasionalisme bagi para generasi penerus bangsa, terlebih dalam merawat adat istiadat agar tetap eksis hingga hari ini.

Afifa Ammalia Boru Harahap (15) salah satunya, bersama dengan 9 (sembilan) rekan setim lainnya, siswi kelas X (sepuluh) di SMA Negeri 4 Kisaran ini, dipercaya untuk membawa dan lebih mengenalkan adat, kesenian serta budaya khas suku/etnis Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).

"Saya bersama dengan rekan lainnya merasa bangga dan sudah pasti mendapat kepuasan tersendiri. Apalagi Pak Bupati bersama Bapak/Ibu pejabat serta tamu dan undangan lainnya, pada malam itu sangat menikmati pertunjukkan tari manortor yang kami tampilkan,"ucap Afifa sapaan akrabnya ketika berbincang dengan kru hetanews.com, Selasa (3/12/2019) siang.

Di sisi lain, dara cantik kelahiran 01 April 2004 silam ini, juga mengajak dan berpesan kepada para muda-mudi untuk selalu percaya diri dalam mengaktualisasikan diri serta mengeksplorasi potensi yang ada pada masing-masing individu.

Para millenial etnis Sunda diabadikan saat memberi salam hormat kepada para orang tua dan sesepuh. (Foto/Rendi).

"Kemajuan teknologi saat ini berimbas pada minimnya interaksi sosial secara langsung. Banyak hal-hal positif nan berfaedah yang dapat kita bagi ke banyak orang, salah satu hal sederhananya ialah dengan membuat orang disekitar kita merasa nyaman dan terhibur," ujar gadis belia si Boru Sasadaon anak perempuan satu-satunya) dari 3 bersaudara ini.

Sebelumnya, Selasa (02/12/2019) malam usai pertunjukkan etnis Sunda, Fitria Utami Sunjaya (25), mewakili millenial etnis yang berasal dari Provinsi Jawa Barat dan Banten itu, mengucapkan rasa terima kasihnya karena telah mengangkat budaya tanah kelahirannya.

"Mewakili kaum millenial etnis Sunda, saya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemkab Asahan karena telah menyelenggarakan pagelaran ini bersama dengan 14 etnis lainnya,"ucap wanita berparas ayu (neng geulis) yang berprofesi sebagai bidan bersalin ini.

Selain itu, dirinya juga mengimbau kepada para kaum millenial untuk tidak terlibat dalam pergaulan bebas, tawuran, seks bebas, prostitusi terselubung, penyalahgunaan narkotika serta prilaku menyimpang kekinian yakni LGBT (Lesbian, Gay, Bisexsual and Transgender).

"Tingkat kenakalan maupun hal-hal yang mengarah kepada perbuatan negatif yang dilakukan oleh pemilik usia produktif (17-35 tahun), makin hari kian mengkhawatirkan. Jadi menurut saya, solusi untuk 'mencounter' (mencegah) itu semua yakni dengan peningkatan kualitas SDM. Dan itu semua dapat dimulai dari pendidikan karakter yang diterapkan didalam sebuah keluarga," pungkas Fitria mengakhiri.

Penulis: rendi. Editor: gun.