HETANEWS.COM

Paus Sperma di Skotlandia Mati dengan 100 Kilogram Sampah di Perut

Ilustrasi sampah plastik Foto: Pixabay

Skotlandia, hetanews.com - Seekor paus sperma ditemukan mati terdampar dalam kondisi mengenaskan di Pantai Seilebost, Pulau Harris, Skotlandia, pada Kamis (28/11). Dalam perut ikan paus tersebut ditemukan 100 kilogram sampah yang terdiri dari jaring ikan, tali, tas, hingga gelas plastik.

Para ahli paus belum memastikan apakah puing-puing sampah itu jadi penyebab kematian si paus. Tapi, bangkai mamalia dengan sampah di perutnya ini membuktikan bahwa pencemaran laut kini menjadi masalah serius.

"Itu sangat menyedihkan, terutama ketika anda melihat jaring ikan dan puing-puing yang keluar dari perutnya,” ujar Dan Parry, penduduk sekitar pantai, seperti dilansir BBC.

Paus sperma mati ditemukan di pantai Skotlandia. Perutnya terdapat 100 kilogram sampah. Foto: Scottish Marine Animal Strandings Scheme/Facebook

Penemuan sampah di bangkai paus ini merupakan pukulan berat di tengah isu kerusakan lingkungan akibat sampah plastik. Tak hanya itu, hal ini bisa jadi alarm semakin parahnya polusi laut.

"Kami berjalan di pantai-pantai ini hampir setiap hari dan saya selalu membawa tas untuk mengambil sampah, yang sebagian besar sisa aktivitas memancing,” lanjut Parry.

Peneliti dari Scottish Marine Animal Stranding Scheme (Smass), sebuah organisasi yang menyelidiki kematian paus dan lumba-lumba, berusaha membedah paus untuk mencari tahu penyebab kematian mamalia itu.

"Hewan itu tidak dalam kondisi yang sangat buruk, dan walaupun masuk akal bahwa jumlah puing-puing ini merupakan faktor berakhirnya kehidupannya, kami benar-benar tidak dapat menemukan bukti bahwa ini (sampah-sampah) telah memengaruhi atau menghalangi ususnya,” kata Smass dalam posting-an di akun Facebook resminya.

Sampah di dalam perut paus sperma yang ditemukan di pantai Skotlandia. Foto: Scottish Marine Animal Strandings Scheme/Facebook

Meski begitu, mereka tetap menegaskan bahwa jumlah plastik di perut paus itu mengerikan dan pasti mengganggu sistem pencernaannya. Kejadian ini menunjukkan bahaya-bahaya yang ditimbulkan oleh sampah laut dan alat tangkap yang tak sengaja hilang atau terbuang terhadap kehidupan laut.

Sehari setelah penemuan, bangkai paus dikuburkan di sekitar pantai oleh penjaga pantai dan para pekerja dari Western Isles Council.

Menurut data Smass, laporan tentang paus dan lumba-lumba tewas terdampar di Skotlandia terus meningkat. Ada 204 laporan pada tahun 2009, dan angka tersebut naik menjadi lebih dari 930 pada 2018.

Sumber: kumparan.com 

Editor: suci.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!