HETANEWS

Proyek Peningkatan Jalan Jawa Ganggu Lalu Lintas Depan Sekolah

Tanah timbunan di depan sekolah dibiarkan, sehingga mengganggu pengguna jalan. (foto/ ay)

Siantar, hetanews.com - Masyarakat meminta pemborong lebih mengutamakan percepatan pekerjaan peningkatan jalan Jawa Siantar.

Apalagi para orangtua siswa, sangat mengeluhkan proyek peningkatan jalan tersebut. Karena lobang yang digali yang akan dicor, sudah lama dibuat, tapi tidak langsung dikerjakan (rabat beton).

Juga tanah galian dibiarkan di badan jalan, tidak langsung diangkut. Sehingga jalan Jawa yang sempit, semakin padat, khususnya di pagi hari dan jam anak pulang sekolah.

"Pihak pekerja diharapkan membersihkan jalan dengan mengangkut tanah galian, sehingga jalan bisa dilalui. Khususnya tanah galian yang ada di dekat sekolah TPI dan Sekolah SD Yayasan Perguruan Keluarga di jalan Jawa", kata M.Syahrul, salah seorang warga yang setiap hari mengantar anaknya sekolah.

Tanah galian di depan sekolah TPI yang tak kunjung diangkut. (foto/ay)

Seperti pantauan Hetanews, Senin (2/12/2019), terlihat sebahagian tanah galian sudah ada yang diangkat. Tapi masih banyak juga dibiarkan khususnya di depan sekolah tersebut.

Andi, seorang warga yang tinggal di jalan Jawa, mengatakan " biasanya siap digali langsung dicor, jadi tidak semrawut gini,”ungkapnya.

Kapasitas jalan Jawa yang sempit ini menjadi padat di waktu pagi dan siang, waktu anak sekolah pulang. Makanya Pemko Siantar menganggarkan dana untuk pelebaran dan peningkatan jalan senilai 1.291.203.824,75.

Masyarakat hanya berharap, pihak pemborong lebih memprioritaskan pekerjaan ini agar cepat selesai.

Penulis: ay. Editor: gun.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.