HETANEWS

Nyamar Driver Ojol, BNNK Simalungun Dibantu BNNK Siantar Ringkus 3 Pengedar Narkotika

Ketiga tersangka berikut barang bukti dihadirkan saat BNNK Simalungun dan BNNK Siantar menggelar press release. (foto/res)

Siantar, hetanews.com - Menyamar sebagai driver ojek online (Ojol), personil Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Simalungun, dibantu BNNK Siantar, berhasil meringkus tiga orang pria di Jalan Gotong Royong Lingkungan II, Kelurahan Sinaksak, Kabupaten Simalungun, tepatnya di Perumahan Sigagak Permai, Kamis (28/11/2019) pagi.

Dalam press rilis yang dilakukan di kantor BNNK Sintar, di Jalan Balai Keselamatan, Kelurahan Sukadame, Kecamatan Siantar Utara, Senin (2/12/2019), Kasi Berantas BNNK Simalungun, Kompol Hendry Sinaga menyatakan, ketiga tersangka ditangkap bersamaan di rumah tersebut.

"Jadi sebelum dilakukan penangkapan, salah satu personil kita menyamar sebagai driver gojek yang mau mengantar makanan, di rumah yang dikontrak oleh tersangka, berinisial AS alias Pak Icha,"ujar Kompol Hendry Sinaga,  dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (2/12/2019), sekira pukul 11.30 WIB.

Lanjut Hendry, para tersangka sempat bingung, ketika personil yang menyamar sebagai driver gojek, mengetuk pintu rumah kontrakan AS, karena mereka sama sekali tidak ada memesan makanan.

"Ketika pintu rumah dibuka, kemudian personil kita langsung melakukan penangkapan terhadap ketiganya yang berada di ruang tamu, dan pada saat kita tangkap, barang bukti tidak ada pada mereka, melainkan didalam sebuah kamar. Kita pun menemukan 2 paket narkotika dengan berat 6,84 gram dan dari tersangka AS alias Pak Icha, kita temukan sejumlah uang sebesar Rp 25 juta," ungkapnya kepada sejumlah awak media.

Ketika ditanya, tentang kepemilikan 12 kartu anjungan langsung tunai (ATM) yang ditemui oleh petugas, apakah milik mereka?

"Kalau ATM yang kita temukan dari dompet warna coklat ini, bukan kepemilikan mereka bertiga (tersangka), namun pengoperasian narkotika jenis sabu mereka yang melakukan," pungkasnya.

Sekedar diketahui, dari ketiga tersangka AS alias Pak Icha, sudah pernah ditangkap oleh personil Sat Narkoba Polres Siantar, pada bulan Mei tahun 2018, lalu.

AS ditangkap di salah satu rumah bekas Cafe Hunter, di Jalan Rondahaim, Kelurahan Tanjungpinggir, Kecamatan Siantar Martoba.

Selain itu, ketika disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Siantar. AS dituntut oleh JPU selama 2 tahun penjara, dikenakan dengan pasal 127 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009. Bahkan divonis majelis hakim, sama dengan tuntutan JPU dengan barang bukti, 1 paket narkotika jenis sabu dengan satu buah bong warna hijau lengkap dengan pipetnya.

Penulis: res. Editor: gun.