HETANEWS

Help Portrait Siantar Berbagi Kasih dengan Anak Berkebutuhan Khusus

Foto bersama relawan Help Potrait bersama puluhan anak berkebutuhan khusus (ABK). Kegiatan ini digelar di Greend Land Cafe atau Hotel Humanitas di Jalan Asahan, Kabupaten Simalungun. Foto: Lazuardhy Fahmi

Siantar, hetanews.com - Setelah selama tiga kali berturut-turut bersama anak-anak di panti asuhan, tahun 2019 ini Help Portrait Pematangsiantar berbagi kasih dengan 51 anak berkebutuhan khusus (ABK) atau disabilitas dari Yayasan Kita Serupa. Kegiatan digelar di Greenland Cafe  (Hotel Humanitas), Jalan Asahan, Kecamatan Siantar, Minggu (1/12/2019).

Salah seorang penanggung jawab kegiatan, Fozie Fho menerangkan, tahun ini merupakan kali ke-empat digelar. Setiap tahunnya, kata dia, senantiasa dilaksanakan atas ide kawan-kawan dari berbagai profesi yang terkumpul dalam satu komunitas yang ada di Pematangsiantar.

"Dengan agama yang berbeda untuk menjalin tali silaturahmi dan tetap menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama yang sudah terjalin erat di Kota Pematangsiantar," ujar pria yang berprofesi sebagai fotografer tersebut.

Masih Fozie, Help Portrait Siantar Fun and Care 1 Desember 2019 berbagi kasih dengan 51 ABK dari berbagai tipe (autism, down syndrome, hydrocephalus, sydrome rubella, tuli, bisu, dan buta) dari Yayasan Kita Serupa.  

Lazuardi Fahmi yang juga penanggung jawab kegiatan menambahkan, dalam acara Help Portrait masing-masing mengambil peran. Sejumlah hairstylist  dan make up artist (MUA) merias anak-anak. Sementara fotografer mengabadikan foto anak yang selanjutnya dicetak, diberi pigura, dan diberikan kepada anak-anak tersebut. 

"Sedangkan teman-teman musisi Kota Pematangsiantar yang menghibur anak- anak disabilitas. Lalu acara hiburan diisi oleh talent-talent yang bekolaborasi dengan anak-anak berkebutuhan khusus, dilanjut berbagai game activity," jelas pria yang akrab disapa Pamai.

Relawan Help Potrait menghibur salah seorang anak berkebutuhan khusus. Foto: Lazuardhy Fahmi

Salah seorang relawan dari MUA, Indra MW mengatakan, Help Portrait merupakan acara yang bagus dan penuh makna sosial yang tinggi.

"Para relawan memberikan waktu, semangat, dan inspiratif dengan hati kita. Doakan acara di tahun-tahun ke depannya lebih bagus dan lebih baik lagi," ujar Indra.

Sementara Charis Martin yang merupakan volunteer (relawan) mengatakan,  secara pribadi ia mengaku senang bisa berperan dalam kegiatan tersebut. 

"Di acara ini, kita bisa merasakan semangat berbagi kawan-kawan dari berbagai lintas profesi. Juga merasakan kebahagiaan bersama anak-anak disabilitas ketika berbagi dalam acara Help Portrait. Harapannya ke depan, acara ini tetap dibuat kembali dengan lebih kreatif lagi, lebih banyak orang-orang yang merasakan hidup berarti karena kegiatan ini. Ajak lagi banyak relawan untuk berbagi. Menginspirasi Siantar dalam keberagaman," jelasnya.

Hal senada dikatakan Rudi. Pria karib disapa BC menuturkan kegiatan tersebut sangat bagus.

"Kita bisa lebih bersyukur dalam menjalani kehidupan ini dan sangat senang bisa berbagi keceriaan kepada adik-adik kita dan saudara-saudara kita. Ini harus kita kembangkan lagi dengan konsep yang lebih mengantusias untuk mengajak pihak donatur bekerja sama dengan kita," ujarnya. 

Acara diakhiri dengan pembagian foto dan bingkisan yang diterima langsung oleh ABK, dilanjutkan foto bersama.

Salah seorang ABK, Melati mengaku sangat senang ketika menerima fotonya. Ia langsung memeluknya erat.

Kemeriahan berbagi kasih yang digelar Help Potrait dengan anak berkebutuhan khusus. Foto: Lazuardhy Fahmi

Sekadar informasi, Kota Pematangsiantar atau sering disingkat Siantar adalah salah satu kota di Provinsi Sumatera Utara, dan merupakan kota terbesar kedua di Sumatera Utara setelah Medan.

Kota Pematangsiantar yang hanya berjarak 128 kilometer dari Medan dan 50 kilometer dari Parapat sering menjadi kota perlintasan bagi wisatawan yang hendak ke Danau Toba. Di kota yang berhawa sejuk ini masih banyak terdapat sepeda motor BSA model lama sebagai becak bermesin yang menimbulkan bunyi yang keras.

Psikolog Apresiasi Acara yang Digelar Help Potrait

Kegiatan yang Help Potrait lakukan bersama ABK sangat berarti bagi anak dan keluarga ABK. ABK dan keluarga seringkali mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan dari masyarakat yang kadung berpandangan negative tentang ABK. Demikian dikatakan psikolog Christina Hasibuan, M.Si.

Disebutkannya, dengan adanya kegiatan membuka prespektif baru bagi masyarakat bahwa ABK dapat berinteraksi dengan siapa saja. Tidak berbahaya dan tidak menular.

Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa ABK sama seperti anak2 lainnya, butuh berinteraksi, butuh bersosialisasi, bisa bermain, bisa menikmati musik, dan suka di foto.

Tentu kegiatan ini tidak akan berakhir pada sebuah foto bagi anak-anak berkebutuhan khusus, tapi setiap kegembiraan, kebersamaan, bahkan hadiah-hadiah yang diberikan menjadi cerita baru bagi anak, bahkan memori yang tidak terlupakan.

Sebagai contoh, lanjutnya, Aldi Situmorang salah satu ABK dari Yayasan Betshalam Yabets yang mengikuti kegiatan, dia tidak sabar untuk menunjukkan hadiah-hadiah yang didapatkannya kepada kedua orangtuanya. Meskipun digoda untuk membuka kado pada saat baru mendapatkan, dia menjawab "Aku buka nanti ya di rumah", dgn ciri khasnya sebagai anak dengan autisme.

Dan saat kedua orangtua menjemputnya, dia langsun membuka kadonya dan berkata "Ma, ini untuk bontot sekolah ya". Dengan senyum yang lebar dan pandangan yang hanya sesekali diarahkan pada mama dan papa nya. 

Kegiatan berbagi tali asih juga dipadu dengan mengabadikan anak berkebutuhan khusus. Foto: Lazuardhy Fahmi

Lain Aldi, lain Archa Panggabean yang juga mengikuti kegiatan itu. Anak kecil yang sering dibuli teman-teman sekolahnya karena kemampuan akademiknya yang masih jauh dibawah teman-temannya ini, merasa sangat diterima oleh para relawan Help Potrait dan semua yang hadir.

Meski awalnya ia sempat membatalkan keikutsertaan kegiatan, namun saat lagu-lagu dinyanyikan dan musik dinyalakan, dia berjoget dengan lepasnya. Dia bisa menjadi dirinya sendiri, saat itu.

Dan pastinya banyak cerita lain dibalik masing-masing anak yang ikut kegiatan HP. Termasuk cerita yang tidak akan berakhir pada sebuah foto, tapi tersimpan dalam memori terdalam tiap anak.

“Terima kasih buat HP, untuk kesempatan berbagi bersama ABK, kiranya semakin banyak pihak yang tertular dengan semangat yang keinginan berbagi yang diberikan bagi ABK. Dan semoga ada kegembiraan dan kebersamaan yang bisa dibagikan dengan ABK di moment berikutnya,” ujarnya. (rel)

Penulis: tim. Editor: bt.