HETANEWS

Anak-anak Makin Tak Kenal Permainan Tradisional

Gawai dan YouTube dinilai semakin menggantikan permainan tradisional.

Inggris, hetanews.com - Permainan tradisional tampaknya bakal semakin sulit ditemukan. Pasalnya, kemajuan teknologi seperti keberadaan gawai dan YouTube dinilai semakin menggantikan permainan tradisional.

Survei terbaru menunjukkan, kegemaran anak-anak untuk memainkan permainan tradisional kini sudah tergantikan dengan fenomena modern, yaitu bermain gawai atau menonton televisi. Anak-anak berusia 7-12 tahun didapati semakin tak mengenal ragam permainan tradisional.

Survei terhadap 1.000 anak berusia 7-12 tahun ini menemukan kalau menonton TV dan YouTube lebih populer ketimbang membaca buku atau permainan fisik. Survei ini dilakukan oleh perusahaan retail Sainsbury's di Inggris.

Dalam daftar 10 hobi atau aktivitas yang digemari anak-anak, hampir semuanya didominasi dengan kegiatan menggunakan alat digital. Hanya permainan membuat tenda dari kayu yang menempati posisi kesembilan.

Bermain sepatu roda yang dulu kerap jadi tren di kalangan anak-anak bahkan tak masuk dalam 10 besar daftar aktivitas yang disenangi. Bermain bongkar pasang atau memanjat pohon juga tak digemari anak-anak kekinian.

Namun, mengoleksi barang-barang tertentu masih cukup digemari di tengah hobi bermain gawai. Lebih dari setengah anak masih senang mengumpulkan barang-barang unik. Koleksi yang paling populer adalah boneka sebanyak 43 persen, kartu 42 persen, dan stiker 38 persen.

Anak-anak ini mengaku senang mengumpulkan mainan itu sebanyak mungkin. Mereka juga suka saling tukar dengan teman-temannya. Anak-anak itu mengaku bangga jika bisa memiliki banyak koleksi dan dapat menunjukkannya kepada anak-anak lain.

"Kebahagiaan di wajah anak-anak itu muncul ketika mereka menyadari betapa dekatnya mereka selama menyelesaikan koleksi kartu. Saya pikir kita semua tahu bagaimana perasaan itu," ungkap CMO Sainsbury's Mark Given, dikutip dari Independent.

sumber: cnnindonesia.com

Editor: sella.