HETANEWS

Ditemukan Black Hole 'Monster' yang Bikin Heran Para Ilmuwan

Ilustrasi black hole di luar angkasa. Foto: WikiImages via Pixabay

Luar angkasa, hetanews.com - Selama bertahun-tahun, para ilmuwan yakin bahwa tak ada lubang hitam bintang (stellar black hole) yang punya massa lebih besar dari 20 kali Matahari. Namun, keyakinan mereka harus buyar akhir-akhir ini setelah ditemukan lubang hitam ‘monster’ yang begitu besar sampai-sampai mereka percaya bahwa itu seharusnya tidak ada.

Black hole itu dijuluki LB-1 dan ditemukan oleh para peneliti dari National Astronomical Observatory of China. Letak lubang hitam ini berada sekitar 15.000 tahun cahaya dari Bumi dan memiliki massa yang sangat besar, 70 kali dari massa matahari.

"Lubang hitam dengan massa seperti itu seharusnya tidak ada di galaksi kita, menurut sebagian besar model evolusi bintang saat ini,” ungkap Profesor Liu Jifeng yang memimpin penelitian ini, dalam rilis yang disampaikan Eurekalert, Rabu (27/11).

Profesor Liu menambahkan, bintang yang ada di galaksi kita biasanya mengeluarkan sebagian besar gas mereka ketika mendekati akhir hidup. Oleh karena itu, mereka seharusnya tidak meninggalkan sisa yang begitu besar.

“LB-1 dua kali lebih besar dari apa yang kami pikir mungkin. Sekarang para ahli teori harus mengambil tantangan untuk menjelaskan pembentukannya,” tambah Liu.

Ini penampakan black hole pertama yang berhasil diabadikan umat manusia. Gambar ini diambil dengan bantuan delapan teleskop berbeda yang tersebar di seluruh dunia. Foto: Event Horizon Telescope (EHT)

Adapun menurut Joel Bregman, seorang profesor astronomi University of Michigan yang jadi anggota tim penelitian, menjelaskan ada dua jenis lubang hitam di dunia ini. Pertama, lubang hitam supermasif, yang biasanya ada di pusat galaksi dan berkisar dari satu juta hingga beberapa miliar kali massa Matahari.

Sedangkan jenis lainnya adalah ubang hitam bintang, seperti LB-1, yang lahir dari kematian bintang. Untuk jenis lubang hitam bintang, kata Joel, jarang ada yang melebihi 150 kali massa matahari ketika mereka muncul.

“Tak ada satu orangpun yang pernah melihat lubang hitam matahari dengan massa 70 kali matahari. Ini yang pertama,” jelas Joel menurut laporan The Washington Post.

Para peneliti National Astronomical Observatory of China pun mencoba mencari penjelasan potensial. Salah satu penjelasan ‘menarik’ yang mereka buat, LB-1 sebenarnya terdiri dari dua lubang hitam yang saling mengorbit, meskipun menurut Joel hal itu akan sangat langka ditemui.

Ilustrasi Black hole Foto: Courtesy Robin Dienel/Carnegie Institution for Science/Handout via REUTERS

Penjelasan kedua, mungkin LB-1 merupakan contoh fenomena supernova fallback, di mana massa yang dilepaskan bintang penyusun black hole ketika mati masuk ke inti lubang hitam dan memperbesar massanya. Kemungkinan lain adalah bahwa LB-1 lahir dari bintang yang sangat besar dan tidak melepaskan jumlah materi normalnya ketika berevolusi.

Penelitian mengenai LB-1 sendiri telah dipublikasi di jurnal Nature pada 27 November 2019.

Sumber: kumparan.com 

Editor: suci.