HETANEWS
CITIZEN JOURNALISM

DPRD Simalungun Kumpulkan Distributor, Disperindag dan Dinas Pertanian Bahas Kelangkaan Pupuk Bersubsidi

Pertemuan DPRD Simalungun dengan Distributor, Disperindag dan Dinas Pertanian membahas kelangkaan pupuk bersubsidi.

Simalungun hetanews.com- Menanggapi kelangkaan  Pupuk Subsidi di masyarakat Petani, sejumlah distributor pupuk resmi  dan instansi terkait diundang Komisi II DPRD Simalungun untuk melakukan rapat koordinasi, sekaligus membahas permasalahan di lapangan mengenai keluhan masyarakat tentang kelangkaan pupuk subsidi pemerintah yang dirasakan sulit untuk didapat, Selasa (31/3).

Dalam Rapat koordinasi tersebut, belasan distributor resmi  dan sejumlah instansi pemkab Simalungu,  diantaranya Disperindag  yang dihadiri Kabid Perdagangan  Roland  Batubara dan Dinas pertanian yang dihadiri ir Harmaida sihaloho sebagai Kabid agro Bisnis dan agro Industri, yang  didampingi Kasi pupuk dari dinas Pertanian Simalungun.

Dalam Acara Rapat Koordinasi tersebut, para utusan  SKPD Pemkab Simalungun menerangkan pada para anggota dewan yang hadir dalam  Rapat kerja, yang dipimpin Ketua Komisi II Umar yani SE, seperti disampaikan salah seorang utusan dari Dinas Disperindag dengan  Dinas Pertanian, yang mengatakan  bahwa pihaknya beberapa hari lalu telah menghadiri sebagai  menidak lanjuti panggilan pihak kepolisian Polres Simalungun.

Dalam surat panggilannya tersebut sebagai Tim Ahli yang dimintai keterangannya dalam kasus pengoplosan pupuk yang dilakukan Tersangka  gunung Ginting Cs  yang berhasil diringkus oleh jajaran kepolisian dari Sat Reskrim Polres Simalungun beberapa waktu lalu .

Selain itu, juga Kabid Agro Bisnis dan Agro Industri itu pun menyampaikan bahwa sesuai petunjuk Bupati Simalungun mengenai pendistribusian pupuk subsidi pemerintah diberikan secara tertutup, yakni harus melalui mekanisme yang telah tetapkan sesuai dengan RDKK.

Sedangkan mengenai kelangkaan pupuk subsidi dkendala sen hingga mengakibatan kelangkaan, yakni pada angkutan dan RDKK dari masyarakat sebagai kelompok tani tersebut itu sendiri

Ir Hormaida Sihaloho, Kabid  Agro Bisnis dan Agro Industri  dinas Pertanian Simalungun menyebutkan, sesuai SK Bupati  mengenai stok pupuk subsidi, diantaranya urea sebanyak 21.115 Ton, SP 365.692 Ton, JTA 5393 Ton, MPK Poska 19.197 Ton   dan Organik 32.424 Ton.

Anggota Dewan komisi II Simalungun  Usmayanto menyebutkan, ketiga unsure, yakni Distributor, Masyarakat Petani  dan SKPD harus melakukan pembenahan dan pengawasan terhadap pendistribusian pupuk bantuan tersebut.

Selain itu, dengan program pupuk bantuan subsidi pemerintah, sebaiknya alam pelaksanaannya berlandaskan atau dimaknai sebagai sebuah pengabdian terhadap Tuhan yang maha esa, sehingga ada tidaknya pun pengawas kita tetap melaksanakan tugas dengan baik serta benar dan juga penuh rasa tanggung jawab. 

Penulis: dicky. Editor: ebp.

Ikuti kami di Twitter, Instagram, Youtube, dan Google News untuk selalu mendapatkan artikel berita terbaru dari Heta News.