HETANEWS

Pdt DR Willem TP Simarmata Berlinang Air Mata Peringati HDI Tahun 2019 di Pematangsiantar

Anggota DPD RI/MPR RI, Pdt DR Willem TP Simarmata tampak terharu saat mendengar harapan Jenny boru Marpaung, sebagai penyandang disabilitas yang menginginkan lapangan pekerjaan.

Siantar, hetanews.com – Karena begitu terharu saat mendengar keluh kesah dari para penyandang disabilitas (Cacat,red), wajah anggota DPD RI/MPR RI daerah pemilihan (Dapil) Sumatera Utara, Pdt DR Willem TP Simarmata MA, spontan memerah dan air matanya pun tumpah.

Pemandangan itu terlihat saat Pdt DR Willem TP Simarmata, menerima kehadiran perwakilan para penyandang disablitas, dan petugas disabilitas, berkaitan dengan peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) Tahun 2019, Sabtu (30/11/2019), di komplek Departemen Diakonia HKBP Pematangsiantar, jalan Ahmad Yani Pematangsiantar.

Seperti penuturan salah seorang penyandang tuna netra, boru Sipayung, penyandang disablitas masih dikucilkan orang, sering dibully, dan bahkan menjadi korban pelecehan.

Bahkan Pemerintah dan termasuk BUMN serta lokasi layanan publik lainnya, juga belum dapat menerima kehadiran penyandang disabilitas dan hal itu dibuktikan dengan minimnya perhatian yang diberikan dan ketidak pedulian, ungkap boru Sipayung yang mengaku sudah tiga kali mencoba sebagai pendeta dan akhirnya diterima sebagai vikar pendeta di GKPS.    

Lulusan sarjana theologi dari Abdi Sabda Medan ini, sangat berharap agar Pdt DR Willem TP Simarmata, ikut memperjuangkan nasib para penyandang disabilitas, khususnya yang ada di Sumatera Utara.

Perempuan ini berharap agar di masing – masing daerah (Kabupaten/Kota) lahir peraturan daerah (Perda) tentang penyandang disabilitas, sehingga nasib mereka (penyandang disabilitas,red) bisa seperti orang yang hidup dengan normal, yaitu mendapatkan pendidikan yang layak, perlindungan hukum dan juga lapangan pekerjaan.

Selain boru Sipayung, juga ada Jenny boru Marpaung (27) asal Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) yang langsung duduk dekat Pdt DR Willem TP Simarmata dan menyampaikan keinginannya sebagai penyandang disabilitas.

Sambil menangis, Jenny bermohon kepada mantan Ephorus HKBP itu agar para penyandang disabilitas diberikan lapangan pekerjaan.

Lulusan SMA ini mengaku siap kerja dimana saja, asalkan diberikan kesempatan oleh Pemerintah maupun pihak Swasta.

Sementara itu, Mian boru Hutapea, petugas Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) Tobasa, mengatakan, bahwa saat ini jumlah penyandang disabilitas di Sumatera Utara sebanyak 1,1 juta orang dari 13 juta penduduk Sumatera Utara, namun dari 1, 1 juta tersebut, hanya 1547 orang yang terlayani dan hal itu akibat luasnya wilayah dan minimnya petugas di lapangan.

Dan menurutnya, masih segelintir penyandang disabilitas yang memiliki kesempatan mendapatkan pekerjaan dan termasuk pendidikan.

Pdt DR Willem TP Simarmata foto bersama dengan para penyandang disablitas, dan petugas disabilitas, saat memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI) Tahun 2019, Sabtu (30/11/2019), di komplek Departemen Diakonia HKBP Pematangsiantar, jalan Ahmad Yani Pematangsiantar.

Untuk itulah, dia sangat berharap agar Pdt DR Willem TP Simarmata, mau memperjuangkan nasib para penyandang disabilitas dan diberlakukan sama seperti warga Negara Indonesia lainnya.  

Usai menerima masukan dari para penyandang disabilitas dan termasuk petugas disabilitas, Pdt DR Willem TP Simarmata langsung merespon harapan mereka.

“Sedih do au bah (Sedihnya aku),”ucapnya singkat sambil mengusap air matanya, dan spontan merangkul Jenny boru Marpaung, penyandang disabilitas yang ingin meminta pekerjaan agar dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sehari – hari.

Katanya, bukan karena dirinya sudah menjadi anggota DPD RI, namun gereja juga menurutnya belum memahami kondisi warganya dengan konteks sosialnya.

Dan Indonesia juga belum bisa seperti Jerman yang benar – benar telah memperhatikan para penyandang disabilitas, ungkap mantan Ketua Cabang GMKI Siantar – Simalungun ini.

Pdt DR Willem TP Simarmata juga mengucap syukur karena duduk di Komite 3 yang membidangi kesehatan, pendidikan, pemberdayaan perempuan dan anak, termasuk penyandang disabilitas.

Ditegaskannya, mengacu kepada UUD 1945, maka semua masyarakat Indonesia berhak mendapatkan pendidikan, pekerjaan dan sama di depan hukum.

Sehingga tidak ada alasan Pemerintah mengatakan tidak ada anggaran untuk memberikan pendidikan, termasuk kepada penyandang disabilitas. Dan begitu juga soal lapangan pekerjaan karena itu merupakan perintah UUD 1945, ujarnya.

Pdt DR Willem TP Simarmata juga sangat setuju dengan harapan  penyandang disabilitas agar dimasing – masing daerah ada Perda bagi penyandang disabilitas, sehingga mereka merasa nyaman dan terlayani dengan baik sebagai warga Negara Indonesia.

“Masih banyak dijumpai, tempat – tempat yang tidak ramah dengan penyandang disabilitas dan ini nanti akan saya suarakan kepada Pemerintah,”ucapnya.

Pada kesempatan itu, dia juga memuji GKPS yang telah memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk melayani sebagai hamba Tuhan (Pendeta,red).

Tak kalah penting, Pdt DR Willem TP Simarmata juga menerima tawaran sebagai duta disabilitas Sumatera Utara, yang acara puncaknya diadakan tanggal 3 Desember 2019 mendatang, di TB Silalahi Center Tobasa.  

Penulis: tim. Editor: gun.