HETANEWS

Lempar Kotoran Manusia ke Langgar, Pemuda Ini Bonyok Dihajar Warga

Pelaku Pelemparan Kotoran Manusia Diamuk Massa. ©2019 Merdeka.com/Saud Rosadi

Jakarta, hetanews.com - Candra Andika (34), warga Sambutan, Samarinda, Kalimantan Timur, babak belur hingga luka-luka usai diamuk massa, di Jalan Rapak Indah RT 35, Karang Asam Ilir. Candra ditangkap warga dan diamuk massa karena diduga pelaku pembuang kotoran manusia ke Langgar Nurul Jannah yang ada di permukiman warga.

Peristiwa itu terjadi sekira pukul 01.00 Wita dini hari tadi. Emosi warga tidak bisa dibendung setelah tempat ibadah jadi sasaran pelaku membuang kotoran manusia.

"Kami ke lokasi kejadian, mengamankan terduga pelaku (pembuang kotoran manusia) itu. Karena terluka cukup parah, utamanya di kaki kirinya," kata Kanit Reskrim Polsek Sungai Kunjang Iptu Purwanto, ditemui merdeka.com di kantornya, Jalan Jakarta, Kamis (28/11).

Purwanto menerangkan, Candra kemudian dibawa ke RS Hermina untuk menjalani perawatan intensif. "Belum bisa kami tanya banyak ke terduga pelaku. Tetapi dia mengakui melakukan itu," ujar Purwanto.

"Kami juga belum mengetahui motif pelaku melakukan itu karena masih dirawat. Kami masih menunggu apakah warga melaporkan itu ke kantor," tambah Purwanto.

  • 6 Kali Terjadi

Dari keterangan warga sekitar, ada 6 kali kejadian pelemparan kotoran manusia dalam kurun waktu 3 bulan terakhir ini. "Sehingga kemudian berinisiatif memantau sendiri berjaga di sekitar Langgar," ujar Purwanto.

Emosi massa yang memuncak, juga nyaris membakar motor yang digunakan Candra. "Motornya sudah kita amankan di Polsek. Jadi, kakaknya terduga pelaku ini datang dan menyebut pelaku itu pernah dirawat (kejiwaan)," terang Purwanto.

"Apakah terduga pelaku ini benar menderita gangguan jiwa atau tidak, kita nanti minta keterangan saksi ahli untuk melakukan observasi," tambah Purwanto.

Purwanto juga meminta masyarakat tenang dan menahan diri lantaran kejadian itu sudah dalam penanganan kepolisian. "Kita belum bisa tentukan apapun statusnya. Kita menunggu laporan kedua belah pihak, yang merasa dirugikan," demikian Purwanto.

Sumber: merdeka.com 

Editor: suci.