HETANEWS

Disebut Mirip Kiper Chelsea Kepa Arrizabalaga, Ini Sosok Nadeo Argawinata

Kiper Timnas Indonesia U-23 Nadeo Argawinata (kanan) disebut mirip penjaga gawang Chelsea Kepa Arrizabalaga. (Foto: YouTube)

Inggris, hetanews.com - Netizen ramai menyebut kiper Timnas Indonesia U-23 Nadeo Argawinata mirip penjaga gawang Chelsea Kepa Arrizabalaga. Terlebih, penampilan Nadeo dalam dua laga fase grup SEA Games 2019 juga terbilang menawan.

Dia sangat tangguh dalam menghalau ancaman yang menuju gawangnya. Sehingga, dia mampu mencetak dua clean cheet saat Garuda Muda menang 2-0 atas Thailand dan Singapura.

Wajar jika kemudian netizen ramai membandingkan Nadeo seperti Kepa. “Nadeo Arrizabalaga? Kepa Argawinata? Makin susah ya bedain wkwk. Yang main bagus Nadeo, yang trending Kepa,” kicau @miftaschzz yang juga memasang foto kedua kiper tersebut berdampingan.

“Kayanya Kepa bakal tukeran sama Nadeo. Nadeo ke Chelsea, Kepa ke Barito,” tulis @fikri12091999

“Bukan Nadeo itu, tapi Nadeo Kepa Argawinata,” kata @alifpratama_deo.

Bahkan, akun twitter fans Thailand juga memuji ketangguhan Nadeo di bawah mistar yang membuat tim kesayangan mereka takluk di laga pertama.

“Nadeo Kepa Argawinata jauh lebih baik ketimbang kiper di tim senior (maaf tak bisa mengingat siapa namanya),” tulis @ThaiFootballs.

Ya, tidak salah memang apa yang dikicaukan para netizen. Selain wajah, postur Nadeo juga memang hampir serupa dengan kiper termahal dunia itu. Kepa bertinggi 186 cm, sementara Nadeo 185 cm. Gesture pemuda 22 tahun itu juga nyaris sama dengan kiper asal Spanyol itu.

Soal kepiawaian mengawal gawang kelahiran Kediri pada 9 Maret 1997 itu sudah menunjukkan potensinya di Borneo sejak musim lalu. Dia menjawab kepercayaan di tim Pesut Etam saat mendapat kepercayaan menggantikan Muhammad Ridho kala dipanggil Timnas Indonesia.

Nadeo kecil mengasah kemampuannya di SSB Macan Putih di kota kelahirannya. Aksinya yang ciamik membuat Persik Kediri U-21 memboyongnya.  

Alumnus SMAN 8 Kediri itu juga sempat membela tim Kota Kediri pada Porprov Banyuwangi 2014. Aksi-aksinya di lapangan membuatnya terpilih masuk Timnas U-19 asuhan Fakhri Husaini.

Sayang, saat itu dia belum sempat tampil pada kejuaraan resmi bersama Timnas U-19 karena Indonesia disanksi FIA per 30 Mei 2015.

Pada 2016, Nadeo yang masih berusia 18 tahun mendapat kesempatan trial di Borneo FC, dan akhirnya terpilih masuk skuat pada Indonesia Soccer Championship 2016.

Sejak saat itu, penampilannya terus menunjukkan perkembangan. Alhasil, Borneo tak khawatir saat ditinggal Ridho pergi ke Madura United akhir musim lalu. Tim Pesut Etam mempromosikan Nadeo sebagai kiper utama. Hasilnya, pasukan yang dilatih Mario Gomez itu mampu duduk di posisi kedua klasemen sementara Liga 1 2019.

sumber: inews.id

Editor: sella.