HETANEWS

Satgas Antimafia Bola Tangkap 6 Pengatur Skor Laga Liga 3, Uang Rp12 Juta Disita

Para tersangka dihadirkan saat rilis kasus "match fixing" di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Jakarta, hetanews.com - Skandal suap pengaturan skor (match fixing) kembali mencoreng kompetisi sepakbola Indonesia. Kali ini terjadi di laga Liga 3 antara Persikasi Bekasi dan Perses Sumedang. Enam orang yang terlibat ditangkap tim Satgas Antimafia Bola.

Kepala Satgas Antimafia Bola Brigjen Pol Hendro Pandowo mengatakan, penangkapan dilakukan berdasarkan penyelidikan yang diperoleh dari informasi masyarakat. Tim yang bergerak ke lapangan juga menemukan bukti permulaan cukup tentang tindak pidana itu.

"Diperoleh kesimpulan telah terjadi pengaturan skor, terjadi match fixing yang melibatkan pihak klub, wasit, dan PSSI," kata Hendro di Polda Metro Jaya, Kamis (28/11/2019).

Penangkapan enam tersangka dilakukan 16 hari seusai pertandingan, yakni 22 November 2019. Menurut Hendro, yang pertama kali tertangkap yaitu wasit utama berinisial DSP.

Pada hari yang sama, Satgas Antimafia Bola menangkap tiga orang di Bekasi. Mereka merupakan manajemen klub Persikasi Bekasi, masing-masing berinisial BT, HR, dan SH.

Satgas selanjutnya menangkap MR yang berperan sebagai perantara, dan DS dari komisi perwasitan Asprov PSSI Jawa Barat.

Hendro menjelaskan, dalam pengaturan skor ini terjadi penawaran dan suap, dengan harapan Persikasi Bekasi dapat menang dan naik kasta ke Liga 2. Dalam kejahatan ini, Satgas menemukan perputaran uang sebesar Rp12 juta di dalamnya.

"Masih didalami per orang dapat berapa, wasit utama yang menerima nanti akan dibagi ke perangkat wasit, asisten wasit, pembantu wasit, pengawas, sehingga akan memengaruhi hasil pertandingan," ucapnya.

Pemberian uang tersebut bertujuan untuk memenangkan Persikasi Bekasi saat pertandingan yang digelar di Stadion Ahmad Yani, Sumedang, Jawa Barat, Rabu 6 November 2019. Laga tersebut dimenangkan oleh Persikasi Bekasi dengan skor akhir 3-2.

Sampai saat ini Satgas masih mendalami skandal pengaturan skor tersebut. Masih ada dua orang yang sedang diburu.

"Masih ada dua DPO (daftar pencarian orang) dari PSSI, yakni Saudara TAHA, perantara dan saudara HN, Exco PSSI Jabar," ucap Hendro.

sumber: inews.id

Editor: sella.