Siantar, hetanews.com - DPRD Pematangsiantar meminta Walikota Hefriansyah agar benar-benar memperhatikan penempatan papan reklame komersil jenis vidiotron yang memuat iklan rokok. Selain DPRD, warga juga mulai mengkhawatirkan dampak iklan rokok tersebut kepada pelajar, Rabu (27/11/2019).

Permintaan itu merupakan salah satu point hasil pembahasan R APBD 2019 yang dibacakan saat penutupan Paripurna, Senin kemarin. DPRD menilai penempatan videotron di Jalan Sutomo seputaran Ramayana harus benar-benar steril dan jauh dari kawasan pendidikan.

Sayangnya, permintaan itu muncul setelah videotron tersebut berdiri tegak diseberang sekolah SD 122350 di Jalan Sutomo, Kota Pematangsiantar.

Terlepas dari permintaan itu, pengawasan pemerintah untuk mengantisipasi pengamanan zat adiktif seperti rokok, jelas tertuang dalam PP Nomor 109 Tahun 2012. Dinyatakan bahwa penyelenggaraan perlindungan anak terhadap bahaya rokok dilaksanakan secara terpadu.

Berdasarkan penelusuran hetanews sejak pekan lalu, terbitnya izin pendiran videotron ini juga sudah terpenuhi dari dinas terkait. Bahkan pajak dari videotron dari PT Sumo selaku pengelola telah diterima sebagai pendapat asli daerah.

Mungkin, bila videotron tersebut tidak memunculkan iklan produk rokok tentu hal itu tidak terlalu dikhawatirkan.

“Di dekat videotron itu kan ada sekolah, dan di lokasi berdirinya videotron itu juga sering anak sekolah berdiri menunggu mobil saat mau pergi maupun pulang sekolah. Sehingga letaknya benar-benar tidak layak," kata Marjo Situmorang.

Selain Marjo, warga lain mengaku bernama Febri juga mengeluhkan posisi iklan rokok yang dimuat dalam videotron tersebut. Kepada hetanews, Febri prihatin dengan adiknya yang tempat sekolahnya berseberangan dengan videotron tersebut.

"Kekhawatiran yang muncul adalah, efek visual yang ditimbulkan dari iklan rokok di videotron itu secara tiidak langsungmempengaruhi keingin tahuan anak-anak. Efeknya gak sekarang, bisa berlangsung lama," ujarnya.