HETANEWS

Perkuat Pemahaman Pancasila Buat Lawan Penyebaran Paham Radikal

parade bhineka tunggal ika. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Jakarta, hetanews.com - Perlu langkah-langkah strategis agar nilai Pancasila sebagai falsafah bangsa tidak luntur. Untuk itu harus dilakukan penguatan kembali pemahaman dan pengamalan Pancasila kepada masyarakat. Dengan demikian, tidak ada ideologi lain yang masuk apalagi sampai mengajarkan ekstremisme.

"Ini harus diwaspadai apalagi jika kemudian mengarah pada ekstrimisme. Cara mencegah hal itu tentu melalui pendidikan yang paling mendasar yaitu pada keluarga," ujar tim ahli penyusunan Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Ekstremisme Mengarah Pada Terorisme (RAN PE), Indah Pangestu Amaritasari dalam keterangannya, Selasa (26/11).

Ia melanjutkan, penguatan dan pengamalan Pancasila yang dimulai dari keluarga, akan sangat efektif. Apalagi didukung dengan dengan penguatan wawasan kebangsaan kepada masyarakat khususnya kalangan milenial yang rentan dengan penyebaran ekstrimisme.

"Kalangan milenial ini sangat familiar dengan digital dan siber. Artinya dalam memperkuat wawasan kebangsaan kepada mereka harus memperhatikan pengunaan media-media ini termasuk misalnya pelibatan influencer media di dalamnya," kata peneliti dari Pusat Studi Keamanan Nasional Universitas Bhayangkara Indah Pangestu Amaritasari.

Selain itu penting juga untuk melindungi kelompok yang rentan terpapar oleh ideologi lain.

"Justru penekanannya adalah pada aspek perlindungan bagi kelompok yang rentan terkena paham radikal. Mereka bisa saja tergerak menjadi ekstrimis kekerasan dan melanggar hukum ketika ada faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hal tersebut. Harus terus kita tanamkan wawasan kebangsaan kepada mereka-mereka ini," ungkapnya.

  • Sinergi dengan Kementerian

Indah menyampaikan bahwa dalam hal penguatan wawasan kebangsaan peran pemerintah sangan penting apalagi untuk melawan penyebaran paham ekstrimisme. Tentunya dukungan masyarakat juga sangat vital dalam berkolaborasi membangun strategi dan melaksanakannya bersama untuk mengantisipasi ideologi ekstrimisme berbasis kekerasan yang mungkin mengarah pada terorisme.

Menurutnya, saat ini Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus menguatkan perannya dalam penanggulangan ekstremisme dan terorisme di tanah air. Untuk hal ini BNPT melakukan sinergi dengan Kementerian/Lembaga (K/L) dan juga masyarakat.

"RAN PE ini adalah rencana disusun sebagai bagian dari solusi mengatasi masalah yang berhubungan dengan terorisme itu sendiri. Dan ini di inisiasi sejak tahun 2017 dan juga melibatkan K/L serta masyarakat sipil," jelasnya.

Indah menyampaikan bahwa RAN PE yang disusun saat ini awalnya mengusung empat pilar utama dengan masukan dari berbagai pihak, yaitu pencegahan yang di antaranya kesiapsiagaan, kontra radikalisasi, deradikalisasi dan perlindungan. Kemudian pilar ketiga adalah penegakan hukum, penguatan kerangka legislasi. Dan pilar keempat adalah kemitraan dan kerjasama internasional.

Sumber: merdeka.com 

Editor: suci.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.