HETANEWS

Miris, Pelajar Jadikan Tawuran di Tanjung Priok Ajang Hiburan

Konferensi pers pengungkapan kasus pengeroyokan dalam tawuran di Sunter, Jakarta Utara, Selasa (26/11). (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)

Kasus tawuran antar warga di Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang menewaskan seorang warga bernama Herly Suprapto (28) melibatkan pelajar. Setidaknya, ada dua pelajar yang ditangkap dalam kasus tawuran itu.

Dari pemeriksaan terhadap dua pelajar itu, ditemukan fakta tawuran tersebut jadi hiburan di kalangan pelajar. Bahkan, para pelajar ingin tawuran itu kembali dilakukan.

"Fakta itu berdasarkan temuan percakapan di grup WhatsApp para pelaku tawuran geng motor yang mengatakan itu hiburan, walaupun sudah ada korban yang meninggal, mereka masih menginginkan adanya tawuran lagi," kata Kapolres Jakarta Utara, Kombes Pol Budhi Herdi, dalam konferensi pers di Polres Jakarta Utara, Selasa (26/11).

Herdi menjelaskan, lewat tawuran itu, para pelajar malah ingin persahabatan semakin erat.

"Makasih hiburannya ya, persahabatan ya, jangan ada dendam di antara kita". Kemudian ada yang mengatakan "Gila, teman gue koma, teman gue satu koma ya," jelas Herdi membacakan percakapan grup WhatsApp para pelajar itu.

Bahkan menurut Herdi, ada pelajar yang mengatakan "Enggak apa-apa, next time kita lanjut".

Herdi menegaskan, temuan itu harus disikapi dengan baik, karena jangan sampai generasi muda menjadi korban dan pelaku tawuran.

"Jangan salah pergaulan maupun salah dalam memilih teman, sehingga akhirnya terjadi hal-hal pelanggaran hukum yang justru merugikan semua pihak," kata Herdi.

Diketahui dua pelajar yang ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka berinisial MF (16) dan FF (15). Dari hasil pemeriksaan, para tersangka yang merupakan bagian dari geng motor memang sengaja berkeliling untuk mencari lawan. Hal itu merupakan sebuah kebanggaan bagi mereka.

Tidak hanya kedua tersangka, polisi juga menangkap 4 orang lainnya. Tapi statusnya masih sebagai saksi.

Tawuran ini bermula ketika geng motor Sunter Kangkungan dan Vademangan (VDM) berjanji untuk melakukan 'hiburan' dalam bentuk tawuran. Waktu ditentukan pertama kali pada Sabtu (23/11) malam, namun tawuran itu berhasil dihalau warga sehingga batal dilakukan.

Kemudian, dua geng motor itu kemudian membuat janji kembali pada Minggu (24/11) untuk kembali tawuran di Jalan Sunter Kangkung, Sunter Jaya, sekitar pukul 04.30 WIB.

Saat kejadian itu, salah satu korban atas nama Herly Suprapto mengalami luka bacok akibat sabetan benda tajam dan korban sempat dilarikan ke RSUD Kemayoran dan dinyatakan meninggal dunia.

Sumber: Kumparan.com

Editor: edo.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.