HETANEWS

Kemendagri Luncurkan Mesin Cetak KK Hingga e-KTP, Mirip Mesin ATM

Jakarta, hetanews.com - Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) meresmikan Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM). Peresmian ini dilakukan saat Rakornas II yang digelar di Jakarta.

Ini merupakan salah satu revolusi dalam layanan administrasi kependudukan berbasis teknologi. Bentuk dan fungsinya mirip ATM untuk mengambil uang cash.

Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh menuturkan, warga yang ingin menggunakan mesin ADM ini bisa datang ke Dinas Dukcapil terdekat. Lalu mendapatkan PIN dan password pribadi.

Setelah mendapatkan PIN, dia bisa mencetak dokumen kependudukan yang dibutuhkan dan bisa menggunakan mesin ADM selama dua tahun dengan PIN itu.

"Kalau dia mau cetak kartu keluarga, KK, ajukan permohonan cetak KK. Nanti petugas Dukcapil akan mengirim notifikasi lewat SMS: Ini nomor Anda untuk mencetak KK. Proses sederhananya seperti itu," kata Zudan dalam keterangannya, Senin (25/11).

Dia menambahkan, ADM ini juga bisa melayani penduduk di luar domisili. Semisal, jika e-KTP hilang di jalan, bisa mendatangi ADM untuk mencetak lagi. Dia meyakini langkah ini akan mengubah citra Dukcapil.

"Dukcapil yang dulu dianggap lamban, berbelit-belit, terlalu prosedural, kita ubah brandingnya menjadi Dukcapil yang cepat, lincah, Dukcapil yang trengginas, Dukcapil yang responsif," ungkap Sudan.

  • Kerja Sama BPS

Rakornas Ke II ini, masih kata dia, menjadi momentum lompatan luar biasa bagi Dukcapil. Sebab dalam rakornas kali ini bakal ada penandatanganan nota kesepahaman antara Ditjen Dukcapil Kemendagri dengan Badan Pusat Statistik (BPS). Sensus Penduduk 2020 (SP2020) akan menggunakan semua data kependudukan Dukcapil untuk untuk seluruh proses pelaksanaannya di seluruh Indonesia.

Kerja sama ini diyakini sebagai simbiosis mutualistis alias saling menguntungkan kedua pihak. Sebab hasil SP2020 akan menambah big data kependudukan Dukcapil menjadi lebih tepat dan akurat.

"Juga sudah memerintahkan jajaran di seluruh Indonesia agar membantu memberikan semua data yang diperlukan petugas sensus dari BPS," ucapnya.

Rakornas yang akan dibuka oleh Mendagri Muhammad Tito Karnavian. Ini diikuti sekitar 2.000 peserta terdiri para pejabat pada dinas/organisasi perangkat daerah yang menangani pelayanan Adminduk di provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia. Selain itu juga dihadiri semua pejabat puncak BPS dari seluruh Indonesia.

Sumber: merdeka.com 

Editor: suci.