HETANEWS

Tantangan Baru dengan Makin Banyaknya Jumlah Mobil Listrik

Pengisian baterei mobil listrik diperkirakan membutuhkan waktu paling sedikit 20-30 menit (foto: dok).

Jakarta, hetanews.com - Jumlah mobil listrik yang kini semakin banyak merupakan tantangan baru bagi pemilik pompa bensin, supermarket dan mall di Amerika, karena mereka harus menyesuaikan diri dengan kebutuhan mobil listrik, yaitu tempat pengisian baterei.

Kata Edson Electric Institute, sampai akhir bulan Maret lalu, di Amerika tercatat 1,2 juta mobil listrik, dan menjelang tahun 2030 jumlah itu diperkirakan akan mencapai 18,7 juta kendaraan.

Tiga tahun yang lalu, pompa-pompa bensin dan supermarket tidak pernah memikirkan keperluan penyediaan fasilitas pengisian baterei untuk mobil listrik, dan malahan berharap mobil-mobil listrik itu akan mati, kata John Eichberger, direktur eksekutif pada Fuels Institute.

Pemilik pompa bensin, toko makanan dan supermarkets beranggapan, munculnya mobil listrik merupakan ancaman terbesar bagi model usaha mereka. Tapi kini mereka menyadari bahwa mobil-mobil listrik ini adalah pelanggan mereka yang jumlahnya semakin besar.

Masalah yang dihadapi pompa bensin tradisional adalah waktu yang dibutuhkan untuk mengisi baterei mobil, yang diperkirakan paling sedikit 20 sampai 30 menit. Ini dibandingkan dengan pengisian bensin yang hanya membutuhkan waktu tiga sampai empat menit.

Kata Eichberger dalam sebuah diskusi panel di Los Angeles Auto Show minggu ini, di Amerika ada 145.000 pompa bensin tradisional, dan mereka bisa memasang stasiun pengisian baterei dengan cepat guna memenuhi kebutuhan pemilik mobil listrik.

Pompa bensin seperti itu bisa memperluas model bisnisnya dengan menawarkan semacam restoran, lengkap dengan Wi-Fi yang bisa dimanfaatkan sambil mengisi baterei mobil, kata Eichberger.

Toko-toko atau semacam warung yang menjual kebutuhan sehari-hari juga menghadapi masalah yang sama. Kata Ed Hudson, direktur senior Kroger, salah satu pemilik supermarket terbesar di Amerika, ia memperkirakan lebih dari 30 persen mobil yang digunakan di negara itu adalah mobil listrik dalam waktu 20 tahun ke depan.

Toko atau warung seperti itu juga harus mengubah tempat parkir mereka supaya bisa menampung kebutuhan pemilik mobil listrik. Kata Hudson lagi, kendala lain adalah banyaknya perusahaan yang membuat sistem pengisian baterei yang berbeda, yang menyulitkan standardisasi, dan mahalnya ongkos memasang stasiun pengisian listrik seperti itu di tempat parkir.

Kata pejabat Kroger, toko-toko kecil penjual makanan dan keperluan lainnya, yang banyak terdapat di Pantai Barat dan Pantai Timur Amerika pada umumnya hanya punya tempat parkir kecil, karena mahalnya harga tanah. Tapi toko serba ada yang besar dan punya lapangan parkir besar juga menghadapi masalah karena ketatnya peraturan yang ditetapkan oleh pejabat kotapraja.

Sumber: voaindonesia.com

Editor: tom.