HETANEWS

Penetapan Batas Wilayah Pematangsiantar Belum Rampung

Siantar, hetanews.com - Penetapan batas wilayah kota Pematangsiantar sejauh ini masih belum rampung. Pemko Pematangsiantar dan Pemkab Simalungun masih melakukan survey untuk penyesuaian batas-batas antara dua wilayah tersebut.

"Hasilnya belum, kita masih survey. Dari survey tersebut kita akan tuangkan dalam berita acara, dimana lokasi yang sudah kita sepakati kita lapor ke Gubernur, yang mana [lokasi] yang belum kita rembuk kan lagi bersama," ujar Kabag Tata Pemerintahan, Junaidi Sitanggang, Jumat (22/11/2019).

Output dari hasil batas wilayah tersebut, sambung Junaidi, adalah Permendagri 51 Tahun 2017 tentang penegasan batas daerah. 

"Survey penetapan batas dimulai tahun ini, rencana kami menargetkan tahun 2021, tapi mudah-mudahan tahun 2020 sudah kelar," imbuhnya.

Kata Junaidi, batas wilayah Pematangsiantar sebelumnya sudah ada. Peraturan daerah [Perda] terakhir yang mengatur batas wilayah, kata dia, belum tegas. 

"Tahun 1986 terakhir, sekarang batas daerah itu sudah diatur dalam peraturan menteri dalam negeri," katanya. 

Pembuatan tanda untuk batas wilayah sampai saat ini juga belum disepakati. Karena titik kordinat batas kedua wilayah tersebut secara keseluruhan belum disepakati. 

"Belum disepakati titik kordinat nya. Kalau sudah disepakati, nanti akan dibuat tanda misalnya pilar atau patok yang penting jelas batas wilayah Siantar dan Simalungun,"bebernya.

Junaidi tidak memungkiri ada persoalan yang muncul sebelum adanya penetapan batas daerah ini. Tak jarang warga yang ditemui melakukan pengurusan administrasi di instansi berbeda.

"Misalnya ada Warga Simalungun gak tau percis, kalau wilayah mereka itu Simalungun akhirnya mengurus tanah di ke BPN Siantar. Padahal, menurut Pemkab Simalungun, itu teritorial Simalungun," jelasnya.

Kata Junaidi,  juga ditemukan pemukiman di wilayah perbatasan seperti di Karang Sari Permai dan Asuhan, Kecamatan Siantar Martoba yang penduduknya belum mengetahui percis dimana letak wilayah kependudukan mereka.

Baca juga: Tugu Perbatasan Kota Siantar, Riwayatmu Kini

Penulis: gee. Editor: edo.