HETANEWS

Diduga Dipicu Tapal Batas Perladangan, Warga Dairi Tewas Dibantai Sepupu

Tewas: Lipher Bakara tewas dibantai sepupunya sendiri, Salmon Bakara, Kamis (21/11). Kuat dugaan, perkelahian dipicu batas tanah perladangan warisan kedua orangtua mereka.

Dairi,Sumatera Utara, hetanews.com - Diduga akibat perselisihan tapal batas tanah (perladangan), Lipher Bakara (59) terlibat pertengkaran berujung duel dengan Salmon Bakara (45). Akibatnya, Lipher yang masih sepupu Salmon tewas dengan luka di perut dan kepala. Duel maut itu terjadi di perladangan milik korban, Kamis (21/11) sekira pukul 11.00 WIB.

“BENAR (telah terjadi pembunuhan). Korban dan pelaku merupakan penduduk Dusun Juma Ramba, Desa Pegagan Julu VI, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi,” ujar Kasubbag Humas Polres Dairi, Ipda Donni Saleh, Kamis (21/11).

“Ayah Lipher dengan ayah Salmon merupakan abang-adik,” sambung Donni.

Dalam kasus ini, polisi sudah memeriksa tiga orang saksi. Ketiganya masing-masing, Rismauli boru Munthe (42), Mesra boru Siburian (40) serta Rellus Bakara (50).

“Kepada penyidik, Rismauli dan Mesra mengaku siang itu sedang mencangkul di areal persawahan milik mereka,” tutur Donni.

Tiba-tiba, keduanya melihat korban dan pelaku berkelahi. Kemudian, kedua saksi memanggail Rellus Bakara yang sedang berada di sebuah pondok.

“Selanjutnya, Rellus pergi melihat ke tempat kejadian perkara (TKP) yang berjarak sekitar 500 meter dari pondok,” sebut Donni.

Namun sayang, Rellus menemukan Lipher sudah tergeletak tak bernyawa. Korban menderita luka di bagian perut dan kepala.

“Sedangkan pelaku sudah tidak ada lagi di lokasi. Temuan mayat itu langsung mereka informasikan ke warga kampung serta ke Polsek Sumbul,” beber Donni.

Korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD Sidikalang. Begitu juga sejumlah barangbukti telah diamankan.

“Sementara pelaku masih dalam pengejaran polisi karena melarikan diri,” sebutnya.

Sumber: sumutpos.co

Editor: tom.